style="font-family: 'Plus Jakarta Sans', sans-serif;" >
Hadiri Puncak Idul Khotmi Nasional, Zulkifli Hasan Ajak Jamaah Doakan Indonesia Maju dan Sejahtera

Hadiri Puncak Idul Khotmi Nasional, Zulkifli Hasan Ajak Jamaah Doakan Indonesia Maju dan Sejahtera

Penulis ALFIAN FIRDAUSI
Tanggal Senin, 20 Juli 2026

Prenduan – Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia, Dr. (H.C.) Zulkifli Hasan, M.M., mengajak puluhan ribu jamaah Idul Khotmi Nasional Tarekat Tijaniyah ke-234 untuk bersama-sama mendoakan Indonesia agar menjadi bangsa yang semakin maju, adil, makmur, dan sejahtera. Ajakan tersebut disampaikannya saat menghadiri puncak Idul Khotmi di Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, Ahad (19/7/2026).

Dalam sambutannya, Zulkifli Hasan mengapresiasi penyelenggaraan Idul Khotmi Nasional yang dinilainya bukan sekadar pertemuan akbar jamaah Tarekat Tijaniyah, tetapi juga menjadi kekuatan spiritual yang mempererat persatuan umat sekaligus memperkokoh semangat kebangsaan.

Di hadapan para masyayikh, syurafa', muqaddam, ulama, dan puluhan ribu jamaah, ia mengajak seluruh peserta memanjatkan doa agar cita-cita para ulama pendiri bangsa dapat terus diwujudkan melalui Indonesia yang maju, berkeadilan, dan menyejahterakan seluruh rakyat.

"Selamat atas terselenggaranya Idul Khotmi Nasional Tarekat Tijaniyah ke-234. Mohon doa dari para kiai, para masyayikh, dan seluruh jamaah agar bangsa ini mampu melanjutkan cita-cita para ulama pendiri bangsa, seperti Hadratussyekh KH. Hasyim Asy'ari, KH. Abdul Wahab Chasbullah, dan KH. Mohammad Kahar Muzakkir. Mereka menginginkan Indonesia yang merdeka, maju bersama, rakyatnya sejahtera, menjunjung tinggi keadilan, dan menguatkan semangat gotong royong," ujar Zulkifli Hasan.

Pada kesempatan tersebut, Zulkifli Hasan juga menyampaikan salam hormat Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, kepada seluruh keluarga besar Tarekat Tijaniyah. Ia menjelaskan bahwa Presiden belum dapat hadir karena harus menjalankan agenda kenegaraan yang telah dijadwalkan.

"Saya mewakili Bapak Presiden menyampaikan salam hormat kepada para masyayikh, para kiai, dan seluruh jamaah Tarekat Tijaniyah. Beliau berhalangan hadir karena ada tugas kenegaraan yang tidak dapat ditinggalkan. Insya Allah, pada kesempatan yang akan datang beliau berharap dapat bersilaturahmi langsung dengan keluarga besar Tarekat Tijaniyah di Madura," katanya.

Selain mengajak jamaah terus mendoakan bangsa, Zulkifli Hasan juga menekankan pentingnya memperkuat peran sosial Tarekat Tijaniyah. Menurutnya, nilai-nilai dzikir semestinya melahirkan kepedulian terhadap sesama, memperkuat budaya gotong royong, dan mendorong kontribusi nyata dalam mendukung pembangunan nasional, termasuk penguatan ketahanan pangan.

Ia memastikan pemerintah terus bekerja menjaga stabilitas pasokan dan ketersediaan bahan pangan agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.

"Alhamdulillah, kondisi pangan nasional dalam keadaan aman. Persediaan beras, telur, ayam, ikan, dan berbagai kebutuhan pokok lainnya cukup tersedia. Insya Allah masyarakat tidak perlu khawatir karena pemerintah terus bekerja agar ketahanan pangan nasional tetap terjaga," tegasnya.

Menutup sambutannya, Zulkifli Hasan menegaskan bahwa majelis dzikir seperti Idul Khotmi memiliki makna yang jauh lebih luas daripada sekadar memperkuat hubungan seorang hamba dengan Allah SWT. Menurutnya, majelis seperti ini juga menjadi sumber energi moral yang mampu melahirkan masyarakat yang rukun, produktif, dan memiliki kepedulian terhadap kemajuan bangsa.

Karena itu, ia berharap sinergi antara ulama, pesantren, pemerintah, dan masyarakat terus diperkuat demi mewujudkan Indonesia yang semakin maju, damai, dan sejahtera.

Bagikan Berita Ini