style="font-family: 'Plus Jakarta Sans', sans-serif;" >
Khofifah Ajak Jamaah Tarekat Tijaniyah Perkuat Ketakwaan dan Ukhuwah di Puncak Idul Khotmi Nasional

Khofifah Ajak Jamaah Tarekat Tijaniyah Perkuat Ketakwaan dan Ukhuwah di Puncak Idul Khotmi Nasional

Penulis ALFIAN FIRDAUSI
Tanggal Senin, 20 Juli 2026

Prenduan – Gubernur Jawa Timur Dr. (H.C.) Hj. Khofifah Indar Parawansa, M.Si. mengajak seluruh jamaah Tarekat Tijaniyah untuk terus memperkuat ketakwaan kepada Allah SWT, menjaga adab kepada para masyayikh, serta mempererat ukhuwah Islamiyah sebagai bekal menghadapi berbagai tantangan kehidupan. Ajakan tersebut disampaikannya saat memberikan sambutan pada Puncak Idul Khotmi Nasional Tarekat Tijaniyah ke-234 di Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, Ahad (19/7/2026).

Di hadapan puluhan ribu jamaah, Khofifah menegaskan bahwa kehadiran dalam majelis dzikir bukan sekadar mengikuti kegiatan keagamaan, melainkan menjadi ikhtiar spiritual untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT sekaligus meneladani para ulama dan masyayikh dalam meniti jalan menuju ridha-Nya.

Mengutip firman Allah SWT dalam Surah Az-Zumar ayat 73, Khofifah mengingatkan bahwa orang-orang yang bertakwa akan dipanggil memasuki surga secara berkelompok. Menurutnya, ayat tersebut menjadi pengingat penting agar setiap muslim senantiasa menjaga hubungan dengan Allah SWT melalui bimbingan para ulama dan masyayikh.

"Kita hadir di majelis ini semata-mata karena berharap mendapatkan ridha Allah SWT. Mudah-mudahan kita diakui oleh para masyayikh dan para sayyid sebagai bagian dari jamaah mereka, sehingga kelak Allah SWT menghimpunkan kita bersama orang-orang saleh di surga-Nya. Amin ya Rabbal 'Alamin," ujar Khofifah.

Ia menilai, kekuatan Tarekat Tijaniyah tidak hanya terletak pada amaliah dzikir yang diamalkan secara istiqamah, tetapi juga pada kemampuannya membentuk pribadi yang berakhlak mulia, mencintai persaudaraan, serta menghadirkan kedamaian dalam kehidupan bermasyarakat.

Karena itu, Khofifah mengajak seluruh jamaah menjadikan Idul Khotmi sebagai momentum memperkokoh ukhuwah Islamiyah, baik di lingkungan keluarga besar Tarekat Tijaniyah maupun dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

"Mari kita perkuat ketakwaan kepada Allah SWT, memperbanyak ikhtiar spiritual, dan terus menjaga ukhuwah Islamiyah sebagai bekal menghadapi berbagai tantangan zaman. Semoga kita semua memperoleh limpahan keberkahan dari majelis yang mulia ini," ajaknya.

Khofifah juga menyampaikan apresiasi atas kehadiran para syurafa' Tarekat Tijaniyah dari Aljazair, Mesir, dan Maroko. Menurutnya, kehadiran mereka menjadi anugerah karena membawa mata rantai keilmuan dan sanad spiritual yang semakin memperkuat pembinaan ruhani jamaah di Indonesia.

"Mudah-mudahan ilmu, doa, dan keberkahan dari para syurafa' yang hadir dari Aljazair, Mesir, dan Maroko mengalir kepada kita semua. Semoga Allah memberkahi usia kita, keluarga kita, ilmu kita, rezeki kita, Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, hingga seluruh bangsa Indonesia," harapnya.

Menutup sambutannya, Khofifah membacakan sebuah pantun yang menggambarkan Tarekat Tijaniyah sebagai jalan yang menuntun umat menuju ridha Allah SWT.

Purnama bersinar di langit tinggi,

Cahayanya indah menerangi bumi.

Tarekat Tijaniyah menuntun diri,

Menggapai ridha Ilahi Rabbi.

Pantun tersebut disambut tepuk tangan meriah dari puluhan ribu jamaah yang memenuhi arena Idul Khotmi. Suasana semakin hangat ketika seluruh peserta mengamini doa-doa yang dipanjatkan, menutup rangkaian Idul Khotmi Nasional Tarekat Tijaniyah ke-234 dengan semangat persaudaraan, dzikir, dan ikhtiar spiritual.

Bagikan Berita Ini