style="font-family: 'Plus Jakarta Sans', sans-serif;" >
Melayani Jamaah adalah Amanah, Kiai Ahmad Fauzi Tegaskan Komitmen Al-Amien dalam Idul Khotmi Nasional

Melayani Jamaah adalah Amanah, Kiai Ahmad Fauzi Tegaskan Komitmen Al-Amien dalam Idul Khotmi Nasional

Penulis ALFIAN FIRDAUSI
Tanggal Senin, 20 Juli 2026

Prenduan – Pimpinan Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan, Dr. KH. Ahmad Fauzi Tijani, M.A., menegaskan bahwa menjadi tuan rumah Idul Khotmi Nasional Tarekat Tijaniyah ke-234 merupakan sebuah amanah yang harus diwujudkan melalui pelayanan terbaik kepada seluruh jamaah. Hal tersebut disampaikannya pada puncak penutupan Idul Khotmi Nasional Tarekat Tijaniyah ke-234 yang berlangsung di Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, Ahad (19/7/2026).

Menurutnya, kepercayaan yang kembali diberikan kepada Al-Amien Prenduan bukan sekadar kehormatan, melainkan tanggung jawab besar untuk memuliakan para tamu Allah dan memberikan pelayanan terbaik kepada puluhan ribu jamaah yang hadir dari berbagai daerah di Indonesia maupun mancanegara.

"Bagi kami, menjadi tuan rumah Idul Khotmi adalah sebuah amanah. Kehormatan ini harus diwujudkan dalam bentuk pelayanan terbaik kepada seluruh jamaah. Memuliakan para tamu, para pecinta Rasulullah SAW, dan melayani tamu Allah merupakan bagian dari ibadah yang kami harapkan menjadi sebab turunnya keberkahan bagi pesantren, masyarakat, dan kita semua," ujar Kiai Ahmad Fauzi.

Ia menjelaskan bahwa hubungan Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan dengan Tarekat Tijaniyah telah terjalin sejak masa para pendiri pesantren. Menurutnya, perkembangan Tarekat Tijaniyah di Madura tidak dapat dipisahkan dari perjuangan al-Maghfurlah KH. Achmad Djauhari Chotib, yang kemudian diteruskan oleh al-Maghfurlah KH. Mohammad Tidjani Djauhari, M.A.

Karena itu, keberadaan Tarekat Tijaniyah telah menjadi bagian dari perjalanan dakwah, pendidikan, dan pembinaan spiritual Al-Amien Prenduan selama puluhan tahun.

"Tarekat Tijaniyah bukanlah sesuatu yang baru bagi Al-Amien Prenduan. Ia telah menjadi bagian dari perjalanan dakwah, pendidikan, dan pembinaan ruhani pesantren ini sejak masa pendiri," jelasnya.

Kiai Ahmad Fauzi juga menegaskan bahwa keberadaan Tarekat Tijaniyah tidak bertentangan dengan prinsip dasar Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan yang dikenal dengan semboyan "Berdiri di Atas dan untuk Semua Golongan." Menurutnya, pesantren tetap terbuka bagi seluruh umat Islam, sembari terus menjaga tradisi keilmuan dan pembinaan spiritual yang diwariskan para masyayikh.

"Al-Amien memang berdiri di atas dan untuk semua golongan. Tidak semua warga Al-Amien adalah pengamal Tarekat Tijaniyah, tetapi ruh pendidikan yang dibangun di pesantren ini sangat menghargai nilai-nilai dzikir dan akhlak. Ibaratnya, meriam Pondok Pesantren Al-Amien adalah Tarekat Tijaniyah, sedangkan pelurunya adalah sistem pendidikan dan kurikulum pesantren yang terus melahirkan kader-kader umat," terangnya.

Pada kesempatan tersebut, Kiai Ahmad Fauzi juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung suksesnya penyelenggaraan Idul Khotmi Nasional. Ucapan terima kasih disampaikan kepada pemerintah pusat dan daerah, unsur TNI dan Polri, tenaga kesehatan, relawan, sponsor, donatur, keluarga besar alumni IKBAL, panitia, hingga masyarakat yang turut berperan melayani jamaah selama tiga hari pelaksanaan kegiatan.

Ia secara khusus mengapresiasi kedisiplinan para jamaah yang menjaga adab, ketertiban, kebersihan, dan kekhusyukan sepanjang rangkaian Idul Khotmi.

"Alhamdulillah, kita tidak hanya menyaksikan ketertiban secara lahiriah, tetapi juga ketertiban hati dan ketenangan ruhani. Semoga suasana penuh adab dan ukhuwah yang kita rasakan selama Idul Khotmi ini menjadi bekal ketika kita kembali ke daerah masing-masing," tuturnya.

Menjelang penutupan acara, Kiai Ahmad Fauzi juga menyampaikan permohonan maaf apabila masih terdapat kekurangan dalam pelayanan maupun penyelenggaraan kegiatan.

"Sebagai manusia biasa, kami menyadari bahwa dalam penyelenggaraan kegiatan sebesar ini tentu masih terdapat berbagai kekurangan. Atas nama Pimpinan Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan dan seluruh panitia, kami memohon maaf yang sebesar-besarnya. Setiap kritik, masukan, dan saran akan menjadi bahan evaluasi untuk menghadirkan pelayanan yang lebih baik pada masa mendatang," katanya.

Dalam kesempatan yang sama, ia mengumumkan bahwa Idul Khotmi Nasional Tarekat Tijaniyah berikutnya akan diselenggarakan di Kabupaten Lumajang pada 2027 dan Kabupaten Garut pada 2028. Sementara itu, Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan direncanakan kembali menjadi tuan rumah pada 2031.

Pengumuman tersebut disambut antusias oleh para jamaah. Berakhirnya Idul Khotmi Nasional ke-234 tidak hanya meninggalkan kesan sebagai pertemuan akbar para pengamal Tarekat Tijaniyah, tetapi juga semakin meneguhkan peran Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan sebagai pusat pendidikan, dakwah, dan pembinaan spiritual yang terus menguatkan semangat dzikir, ukhuwah, serta kecintaan kepada tanah air.

Bagikan Berita Ini