Selangor, Malaysia– Universitas Al-Amien Prenduan (UNIA) turut mengambil bagian dalam Seminar Serantau Peradaban Islam Ke-5 (SSPI 2026) sebagai Co-Host yang diselenggarakan pada 21–22 Juli 2026 di Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM), Selangor Darul Ehsan, Malaysia. Mengusung tema “Menginsankan Teknologi dalam Peradaban Islam”, seminar ini menjadi ruang akademik serantau untuk mempertemukan gagasan dan perspektif dalam merespons perkembangan teknologi dengan tetap menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dan prinsip-prinsip peradaban Islam.
Pada hari pertama pelaksanaan seminar, Dekan Fakultas Dakwah dan Ushuluddin Universitas Al-Amien Prenduan, Dr. Mohammad Fattah, M.A., turut berpartisipasi sebagai pemateri dengan menyampaikan presentasi bertajuk “Membangun Kepribadian di Usia Produktif melalui Pendidikan Nonformal dan Kolaborasi Orang Tua di Sanggar Bimbingan At-Tanzil.”

Dalam paparannya, Dr. Mohammad Fattah menekankan pentingnya pendidikan nonformal dan kolaborasi orang tua dalam membentuk kepribadian generasi muda, khususnya pada usia produktif. Di tengah derasnya perkembangan teknologi dan perubahan sosial, pendidikan karakter tidak cukup hanya berlangsung di ruang-ruang pendidikan formal, tetapi juga membutuhkan keterlibatan keluarga dan lingkungan sosial sebagai bagian dari ekosistem pembentukan kepribadian.
Melalui topik yang diangkat, pendidikan nonformal dipandang memiliki peran strategis dalam melengkapi proses pendidikan sekaligus menjadi ruang pembinaan yang dekat dengan kehidupan generasi muda. Sementara itu, keterlibatan orang tua menjadi unsur penting dalam memastikan nilai-nilai yang ditanamkan melalui pendidikan dapat tumbuh dan berkembang secara berkelanjutan dalam kehidupan sehari-hari.
Keterlibatan UNIA Prenduan sebagai Co-Host sekaligus partisipasi aktif Dekan Fakultas Dakwah dan Ushuluddin dalam forum akademik serantau ini menjadi bagian dari komitmen universitas untuk memperluas jejaring kerja sama dan memperkuat kontribusi perguruan tinggi Islam dalam pengembangan pendidikan dan peradaban.

Melalui SSPI 2026, UNIA Prenduan turut menyuarakan pentingnya menempatkan teknologi dalam kerangka nilai kemanusiaan dan pendidikan. Teknologi diharapkan tidak hanya menghadirkan kemajuan digital, tetapi juga menjadi sarana yang mendukung pembentukan manusia yang berkarakter, berkepribadian, dan mampu berkontribusi dalam membangun peradaban Islam yang berkemajuan.
