Selangor, Malaysia – Hari kedua pelaksanaan Seminar Serantau Peradaban Islam Ke-5 (SSPI 2026) di Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM), Selasa (22/07), menghadirkan berbagai gagasan mengenai pengembangan pendidikan Islam dalam menghadapi tantangan peradaban modern. Salah satu di antaranya disampaikan oleh Dosen Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Universitas Al-Amien Prenduan, Ust. Agus Kharir, M.Pd., yang mempresentasikan hasil kajiannya bertajuk "Pembangunan Insan untuk Kesejahteraan Melalui Pendidikan Karakter di Ma'had Tahfidh Al-Qur'an Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan Sumenep Madura."
Dalam kajiannya, Ust. Agus Kharir mengangkat model pendidikan karakter yang diterapkan di Ma'had Tahfiz Al-Qur'an Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan sebagai upaya membentuk insan yang berilmu, berakhlak, dan berkontribusi terhadap kesejahteraan masyarakat. Pendidikan karakter di lingkungan ma'had dipandang sebagai proses yang tidak hanya menitikberatkan pada pencapaian hafalan Al-Qur'an, tetapi juga pada pembentukan kepribadian melalui pembiasaan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari.

Ia menjelaskan bahwa integrasi pendidikan karakter dengan pembelajaran Al-Qur'an mampu melahirkan generasi yang memiliki integritas moral, kedisiplinan, tanggung jawab, serta kepedulian sosial. Nilai-nilai tersebut menjadi fondasi penting dalam membangun sumber daya manusia yang mampu menghadapi perkembangan zaman tanpa kehilangan identitas keislamannya.
Menurutnya, pesantren memiliki peran strategis dalam mencetak generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga matang secara spiritual dan sosial. Model pendidikan yang dikembangkan di Ma'had Tahfiz Al-Qur'an Al-Amien Prenduan menunjukkan bahwa pembentukan karakter merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari proses pendidikan, sehingga mampu melahirkan lulusan yang siap memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Presentasi tersebut mendapat perhatian dari para peserta seminar yang berasal dari berbagai perguruan tinggi dan lembaga pendidikan di kawasan Asia Tenggara. Forum ini menjadi ruang berbagi pengalaman sekaligus memperkuat diskusi mengenai pengembangan pendidikan Islam yang relevan dengan tantangan global.
Keikutsertaan dosen Universitas Al-Amien Prenduan dalam forum akademik internasional ini semakin mempertegas komitmen universitas dalam mendorong pengembangan keilmuan, memperluas jejaring akademik, serta memperkenalkan praktik-praktik baik pendidikan pesantren kepada masyarakat ilmiah di tingkat regional dan internasional.
