
Sumenep, 9 Juli 2026 — Menjelang pelaksanaan Praktik Pemberdayaan Masyarakat atau P2M Tahun 2026, Universitas Al-Amien Prenduan menggelar kegiatan silaturahmi akademik atau sowan kepada Pengasuh Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan, Nyai Hj. Dra. Fatimah Zarkasyi Tidjani.
Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Kamis, 9 Juli 2026, pukul 15.20 WIB, bertempat di kediaman Nyai Hj. Dra. Fatimah Zarkasyi Tidjani. Sowan ini menjadi bagian dari ikhtiar para mahasiswi peserta P2M untuk memohon restu, arahan, serta penguatan spiritual sebelum terjun langsung ke tengah masyarakat.
Sebanyak 111 mahasiswi peserta P2M dalam negeri dan 3 mahasiswi peserta P2M internasional yang akan melaksanakan pengabdian di Malaysia turut hadir dalam kegiatan tersebut. Kehadiran para peserta menjadi wujud kesiapan mereka dalam menjalankan pengabdian masyarakat dengan membawa nilai-nilai keislaman, kepesantrenan, dan keilmuan yang telah diperoleh selama menempuh pendidikan di UNIA Prenduan dan Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan.
Dalam tausiyahnya, Nyai Hj. Dra. Fatimah Zarkasyi Tidjani menegaskan bahwa P2M sejatinya tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan akademik atau program kerja semata. Lebih dari itu, P2M perlu dipahami sebagai bentuk Khidmah Tarbawiyah, yakni pengabdian pendidikan yang dilandasi niat tulus untuk berjuang lillāhi ta‘ālā.
Beliau berpesan agar para mahasiswi tidak hanya fokus pada pelaksanaan program, tetapi juga menjadikan P2M sebagai sarana dakwah melalui praktik amar ma‘rūf nahi munkar. Dalam pelaksanaannya, para peserta diharapkan mampu memahami kondisi masyarakat dengan bijak, mengingat setiap lingkungan memiliki beragam persoalan, baik dari aspek pemikiran, budaya, maupun tradisi.
Selain itu, Nyai Fatimah juga menekankan pentingnya mengimplementasikan nilai-nilai yang telah ditanamkan selama proses pendidikan di kampus dan pesantren. Nilai adab, akhlak, etika sosial, serta kesantunan dalam berinteraksi harus tercermin dalam perilaku sehari-hari para peserta selama menjalankan P2M.
Menurut beliau, para mahasiswi tidak hanya membawa nama pribadi, tetapi juga membawa nama baik lembaga, baik Universitas Al-Amien Prenduan maupun Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan. Oleh karena itu, sikap, tutur kata, penampilan, dan perilaku para peserta harus senantiasa dijaga dengan baik.
Pada akhir arahannya, Nyai Fatimah mengingatkan pentingnya menjaga penampilan yang sesuai dengan syariat Islam. Penampilan yang sopan dan syar’i menjadi salah satu bentuk representasi diri yang pertama kali dinilai oleh masyarakat. Karena itu, para peserta diharapkan mampu menampilkan citra muslimah yang beradab, santun, dan mencerminkan nilai-nilai kepesantrenan.
Kegiatan sowan ini tidak hanya menjadi simbol permohonan restu kepada pengasuh pesantren, tetapi juga menjadi momentum penguatan orientasi nilai bagi para peserta P2M. Melalui pembekalan spiritual dan moral tersebut, mahasiswi UNIA Prenduan diharapkan mampu menjalankan pengabdian masyarakat secara profesional, religius, dan berintegritas.

