Dalam rangka mempersiapkan pelaksanaan program Pengabdian kepada Masyarakat (P2M) yang matang dan terarah, Universitas Al-Amien (UNIA) Prenduan sukses menyelenggarakan agenda Sosialisasi dan Pembekalan P2M kepada Peserta P2M Tahun 2026. Acara intensif ini berlangsung pada hari Rabu, 24 Juni 2026, mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai.
Tahun ini, UNIA Prenduan mengusung tema besar yang sangat relevan dengan perkembangan zaman, yaitu "Resilient and Empowered Village: Membangun Desa Tangguh Berbasis Digital dan Kemandirian Lokal". Program pembekalan ini dirancang secara komprehensif guna memberikan modal metodologi, paradigma baru, serta kecakapan digital bagi seluruh mahasiswa peserta sebelum diterjunkan langsung ke tengah masyarakat.
Rangkaian Materi dan Pemateri Kompeten
Acara pembekalan ini terbagi menjadi enam sesi utama yang diisi oleh para akademisi dan praktisi internal yang ahli di bidangnya:
->Pembukaan Pembekalan P2M Agenda dibuka secara resmi oleh Rektor UNIA Prenduan, yang memberikan arahan strategis mengenai pentingnya menjaga marwah institusi serta komitmen pengabdian yang tulus di tengah masyarakat.
->Konsep P2M Tematik Disampaikan oleh Andri Sutrisno, M.Ag., sesi ini membedah bagaimana memetakan program kerja kelompok agar terfokus pada tema-tema spesifik yang menjadi kebutuhan krusial desa mitra.
->Paradigma ABCD (Asset-Based Community Development) Dr. Encung, M.Fil.I. hadir mengupas tuntas paradigma Asset-Based Community Development (ABCD). Materi ini mengarahkan mahasiswa untuk fokus memetakan dan mengoptimalkan potensi atau aset lokal yang sudah ada di desa, alih-alih hanya berfokus pada kekurangan daerah tersebut.
->Pelatihan Media dan Publikasi Digital Guna mendukung pilar transformasi digital, Umar Mansyur, S.Kom. memberikan pembekalan taktis mengenai cara mengelola media komunikasi, dokumentasi yang baik, serta publikasi digital agar dampak pengabdian mahasiswa dapat teramplifikasi secara luas di ruang siber.
->Strategi Kemitraan dan Sponsorship Dipandu oleh Dr. Hamzah, M.Pd., mahasiswa dibekali kemampuan negosiasi, tata cara membangun jejaring (networking), serta strategi kolaborasi dengan pihak eksternal demi keberlanjutan program kerja.
->Konsep Umum P2M 2026 Sebagai penutup teknis, Dr. Hermanto Halil, M.Pd.I. selaku perwakilan panitia memaparkan petunjuk teknis (juknis), regulasi lapangan, serta konsep umum pelaksanaan P2M 2026 agar berjalan tertib dan sesuai linimasa.
Refleksi Akuntabel dan Tindak Lanjut
Untuk memastikan penyerapan materi secara optimal, panitia memberlakukan aturan tegas bagi seluruh peserta. Setiap mahasiswa diwajibkan untuk membuat catatan hasil pembekalan dari setiap sesi sebagai bahan refleksi individu dan prasyarat tindakan lanjut penyusunan program kerja di lapangan.
Melalui pembekalan ini, UNIA Prenduan berharap para peserta tidak hanya sekadar menjalankan program kerja seremonial, melainkan mampu menjadi agen perubahan nyata yang membawa kemandirian lokal, pemberdayaan masyarakat, serta keberlanjutan di era digital.
"Bersama P2M, Mewujudkan Desa Tangguh, Mandiri, dan Berdaya Saing di Era Digital."

