SENTUL, 22 Juli 2026 — Sanggar Bimbingan (SB) Sentul Al-Amien kembali menjadi pusat kegiatan edukatif dan pengabdian masyarakat. Pada Rabu (22/7/2026), SB Sentul kedatangan rombongan tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) dari Poltekkes Kemenkes Aceh bekerjasama dengan Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL). Kegiatan ini berfokus pada penyuluhan serta edukasi kesehatan mengenai pola perawatan anak usia dini, baik dalam kondisi sehat maupun saat kondisi fisik anak terindikasi kurang ideal.
Kegiatan PKM ini disambut hangat oleh pengelola SB Sentul, masyarakat sekitar, serta kami selaku mahasiswa International Undergraduate Program (IUP) yang sedang bertugas di lokasi tersebut. Kehadiran para narasumber memberikan wawasan yang sangat bermanfaat, khususnya bagi para orang tua dan pengasuh dalam memahami tumbuh kembang anak secara optimal.
Dalam sesi pemaparan materi, para narasumber menjelaskan secara rinci pentingnya pemenuhan gizi, kebersihan, dan pola asuh yang tepat pada anak usia dini. Para peserta dibekali pemahaman mendalam mengenai tanda-tanda fisik serta perilaku yang menunjukkan kondisi kesehatan anak. Materi juga mencakup langkah-langkah penanganan awal yang praktis jika pertumbuhan fisik anak terindikasi tidak ideal.
Kami tim mahasiswa IUP Internasional turut aktif memfasilitasi dan mendampingi kelancaran jalannya acara, mulai dari persiapan tempat, proses registrasi peserta, hingga pendokumentasian seluruh rangkaian kegiatan. Keikutsertaan dalam kegiatan ini memberikan pengalaman serta wawasan berharga bagi kami mengenai pentingnya edukasi kesehatan berbasis komunitas.
Suasana interaktif terlihat jelas saat sesi diskusi dan tanya jawab dibuka. Para peserta sangat antusias mengajukan berbagai pertanyaan seputar kesehatan harian anak, seperti penanganan demam, masalah nafsu makan, hingga pencegahan gangguan tumbuh kembang sejak dini. Para narasumber memberikan solusi yang aplikatif dan mudah dipahami agar dapat langsung diterapkan oleh para orang tua di rumah.
Melalui sinergi kegiatan PKM dan pendampingan dari mahasiswa IUP Internasional ini, diharapkan kesadaran serta pengetahuan masyarakat sekitar SB Sentul dalam merawat dan memantau kesehatan anak usia dini dapat terus meningkat.

