style="font-family: 'Plus Jakarta Sans', sans-serif;" >
Lautan Jamaah Padati Al-Amien Prenduan, Idul Khotmi Nasional Tarekat Tijaniyah ke-234 Resmi Bergulir

Lautan Jamaah Padati Al-Amien Prenduan, Idul Khotmi Nasional Tarekat Tijaniyah ke-234 Resmi Bergulir

Penulis ALFIAN FIRDAUSI
Tanggal Sabtu, 18 Juli 2026

Prenduan- Rangkaian Idul Khotmi Nasional Tarekat Tijaniyah ke-234 resmi dimulai pada Jumat (17/7) di Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur. Sejak sore hari, puluhan ribu jamaah dari berbagai penjuru Indonesia, bahkan dari mancanegara, berdatangan memenuhi kawasan pesantren untuk mengikuti pembukaan kegiatan yang berlangsung khidmat dan penuh kekhusyukan.

Hari pertama diawali dengan pelaksanaan shalat Ashar berjamaah di venue utama yang berlokasi di lapangan Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan. Shalat dipimpin oleh Sayyid As-Syarif Muhammad Al-Habib dari Aljazair sebagai imam.

Usai shalat Ashar, jamaah melanjutkan rangkaian amaliah berupa Wirid Lazimah, Ijtima’ Wadhifah, dan Hailalah yang dipimpin oleh Habib Idrus Ali Baharun dari Pasuruan, Jawa Timur. Seluruh rangkaian dzikir berlangsung dengan tertib, khusyuk, dan dipenuhi suasana spiritual yang mendalam.



Membludaknya jumlah peserta membuat pelaksanaan dzikir tidak hanya terpusat di lapangan utama. Ribuan jamaah juga mengikuti amaliah di Masjid Jami’ Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan serta sejumlah titik lain di lingkungan pesantren yang telah disiapkan panitia. Lantunan istighfar, shalawat, dzikir, dan kalimat tauhid bergema serempak dari berbagai sudut pesantren, menghadirkan suasana yang menyejukkan sekaligus memperlihatkan kuatnya ikatan ukhuwah di antara jamaah Tarekat Tijaniyah. Pimpinan Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan sekaligus Muqaddam Tarekat Tijaniyah Madura, Dr. KH. Ahmad Fauzi Tijani, M.A., menjelaskan bahwa Wirid Lazimah, Ijtima’ Wadhifah, dan Hailalah merupakan fondasi utama pembinaan spiritual dalam Tarekat Tijaniyah.



Menurut beliau, Wirid Lazimah membentuk kebiasaan berdzikir secara istiqamah setiap hari, Ijtima’ Wadhifah mempererat persaudaraan melalui dzikir berjamaah, sedangkan Hailalah meneguhkan kalimat tauhid sebagai inti keimanan seorang muslim.

“Hakikat dzikir dalam Tarekat Tijaniyah bukan sekadar melafalkan bacaan wirid, tetapi menghadirkan hati yang senantiasa mengingat Allah SWT. Wirid Lazimah mendidik istiqamah, Wadhifah memperkokoh ukhuwah, sedangkan Hailalah meneguhkan tauhid. Ketiganya membentuk pribadi yang dekat kepada Allah, berakhlak mulia, dan memberi manfaat bagi sesama,” ungkap Kiai Ahmad Fauzi.

Beliau juga menegaskan bahwa tema “Menguatkan Dzikir, Meneguhkan Ukhuwah, dan Menegakkan Cinta Tanah Air dalam Naungan Tarekat Tijaniyah” merefleksikan ajaran tarekat yang memadukan dimensi spiritual, sosial, dan kebangsaan.

“Semakin kuat dzikir seseorang, semakin kokoh persaudaraannya, semakin luhur akhlaknya, dan semakin besar kecintaannya kepada tanah air. Spiritualitas yang benar tidak menjauhkan seseorang dari kehidupan bermasyarakat, tetapi justru melahirkan pribadi yang menjaga persatuan serta menghadirkan kemaslahatan bagi umat, bangsa, dan negara,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Idul Khotmi Nasional Tarekat Tijaniyah ke-234, KH. Junaidi Rasyidi, mengungkapkan rasa syukur atas kelancaran penyelenggaraan hari pertama. Menurutnya, ketertiban dan kekhusyukan jamaah merupakan buah dari sinergi seluruh pihak yang terlibat dalam persiapan kegiatan.

“Alhamdulillah, hari pertama Idul Khotmi Nasional ke-234 berlangsung aman, tertib, dan penuh kekhusyukan. Jamaah dari berbagai daerah di Indonesia maupun luar negeri dapat mengikuti seluruh rangkaian amaliah dengan baik. Ini menunjukkan bahwa dzikir mampu menyatukan hati, mempererat ukhuwah, serta menghadirkan ketenangan bagi seluruh jamaah,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa panitia telah melakukan persiapan secara menyeluruh bersama pemerintah daerah, TNI, Polri, tenaga kesehatan, serta ratusan relawan. Kolaborasi tersebut mencakup pengamanan, pelayanan kesehatan, pengaturan lalu lintas, kebersihan, hingga kenyamanan jamaah selama kegiatan berlangsung.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan hari pertama Idul Khotmi Nasional ini. Apresiasi juga kami sampaikan kepada seluruh jamaah yang menjaga adab, kebersihan, disiplin, dan ketertiban. Semoga seluruh rangkaian kegiatan hingga penutupan berjalan lancar dan membawa keberkahan bagi umat, masyarakat, bangsa, dan negara,” tuturnya.

Idul Khotmi Nasional Tarekat Tijaniyah ke-234 akan berlangsung hingga 19 Juli 2026. Selama tiga hari, para jamaah mengikuti berbagai rangkaian kegiatan, mulai dari majelis dzikir, tausiyah para masyayikh dan ulama, doa bersama, hingga agenda yang memperkuat ukhuwah Islamiyah.

Melalui penyelenggaraan Idul Khotmi Nasional tahun ini, Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan berharap semangat berdzikir, persaudaraan, dan cinta tanah air semakin tertanam dalam kehidupan umat. Kegiatan ini juga diharapkan menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk memperkuat syiar Islam yang damai sekaligus menghadirkan kontribusi nyata bagi terwujudnya Indonesia yang religius, harmonis, dan berkeadaban.

Bagikan Berita Ini