Kamis, (22/02), Fakultas Dakwah dan Ushuluddin Universitas Al-Amien Prenduan menggelar acara yudisium di Aula TMI Putra. Acara ini diikuti oleh 82 mahasiswa calon wisudawan dan wisudawati, yang terdiri dari 12 mahasiswa dari Program Studi Bimbingan dan Penyuluhan Islam (BPI), 20 mahasiswa dari Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), dan 9 mahasiswa dari Program Studi Aqidah dan Filsafat Islam (AFI), 41 mahasiswa dari Program Studi Ilmu Al-Quran dan Tafsir (IQT), serta jajaran dosen Fakultas Dakwah dan Ushuluddin (FDU).
Acara dimulai dengan pembukaan yang disampaikan oleh Dr. Moh. Fattah, Lc, M.A., selaku Dekan Fakultas Dakwah dan Ushuluddin. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh peserta yudisium dan mendoakan agar ilmu yang diperoleh menjadi bermanfaat dan mendapat berkah. Beliau juga memberikan pesan, "Semakin tinggi atau semakin lama hidup kita, haruslah kita sadar bahwa tantangan akan semakin besar. Oleh karena itu, capailah semua impian dengan sungguh-sungguh, karena kelulusan ini hanya merupakan awal dari perjalanan menuju jenjang yang lebih tinggi."
Selain itu, Dekan juga menegaskan agar para peserta yudisium, khususnya yang berasal dari Program Plus, menjadikan apa yang telah mereka capai di UNIA sebagai bekal untuk terjun ke masyarakat, terutama bagi mereka yang hidup di tengah-tengah pondok. Kemudian, acara dilanjutkan dengan pembacaan keputusan oleh Wakil Dekan.
Dalam surat keputusan disampaikan mahasiswa berprestasi berdasarkan IPK. Prestasi tertinggi dalam yudisium diperoleh oleh Lacoy dari Prodi BPI dengan IPK 3,80, Ghani dari Prodi IQT dengan IPK 3,72, Alfiansyah dari Prodi AFI dengan IPK 3,73, dan Lailati Fil Jannah dari Prodi KPI dengan IPK 3,73. Selanjutnya, diberikan penghargaan untuk skripsi terbaik dan mahasiswa berprestasi.
Selain apresiasi berdasarkan IPK, apresiasai lain juga diberikan kepada calon wisudawan yang berhasil mendapatkan nilai skripsi tertinggi. Secara berurutan prestasi penulis skripsi terbaik diberikan kepada M. Nurulllah, Wildana, Mutmainnah, dan Ibaturrahmah. Sementara mahasiswa berprestasi dengan raihan prestasi non Akademik juara diberikan kepada Fajar Amirul Mu’ti.
Tak lupa, ucapan terima kasih dan apresiasi disampaikan oleh Toifurrahman dalam pesan dan kesannya, "Jika suatu saat kita mencapai kesuksesan, janganlah kita lupa pada mereka yang telah mendidik kita, yaitu UNIA," tegasnya. (Nashir/Rudy/AJMI)
Selain itu, Dekan juga menegaskan agar para peserta yudisium, khususnya yang berasal dari Program Plus, menjadikan apa yang telah mereka capai di UNIA sebagai bekal untuk terjun ke masyarakat, terutama bagi mereka yang hidup di tengah-tengah pondok. Kemudian, acara dilanjutkan dengan pembacaan keputusan oleh Wakil Dekan.
Dalam surat keputusan disampaikan mahasiswa berprestasi berdasarkan IPK. Prestasi tertinggi dalam yudisium diperoleh oleh Lacoy dari Prodi BPI dengan IPK 3,80, Ghani dari Prodi IQT dengan IPK 3,72, Alfiansyah dari Prodi AFI dengan IPK 3,73, dan Lailati Fil Jannah dari Prodi KPI dengan IPK 3,73. Selanjutnya, diberikan penghargaan untuk skripsi terbaik dan mahasiswa berprestasi.
Selain apresiasi berdasarkan IPK, apresiasai lain juga diberikan kepada calon wisudawan yang berhasil mendapatkan nilai skripsi tertinggi. Secara berurutan prestasi penulis skripsi terbaik diberikan kepada M. Nurulllah, Wildana, Mutmainnah, dan Ibaturrahmah. Sementara mahasiswa berprestasi dengan raihan prestasi non Akademik juara diberikan kepada Fajar Amirul Mu’ti.
Tak lupa, ucapan terima kasih dan apresiasi disampaikan oleh Toifurrahman dalam pesan dan kesannya, "Jika suatu saat kita mencapai kesuksesan, janganlah kita lupa pada mereka yang telah mendidik kita, yaitu UNIA," tegasnya. (Nashir/Rudy/AJMI)

