Dalam rangka mempersiapkan alumni tangguh, Universitas Al-Amien Prenduan (UNIA) menggelar orientasi alumni pada Kamis (22/02) di Gedung Rektorat Lantai III. Acara tersebut diikuti oleh segenap civitas academica dan para calon wisudawan, 118 orang putra dan 157 orang putri.
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, KH. Fathie Thahir Zulkarnain, M.Pd. menyampaikan tiga hal kepada calon wisudawansaat nanti terjun ke masyarakat luas. Pertama, alumni harus bekerja ikhlas menjadi pioneer di mana pun berada. Itu merupakan cerminan keimanan yang sempurna. Kedua, bekerjalah dengan cerdas, namun tetap sesuai keilmuwan. Ketiga, bekerjalah tuntas (beres). Bahkan jika mampu cepat tapi tepat akan lebih baik. Ketiga pesan ini menjadi kata kunci pokok profil kekhasan UNIA yang harus dimiliki oleh para alumni sebagai bekal hidup bermasyarakat nantinya.
Orientasi alumni Universitas Al-Amien ini dibagi atas tiga sesi. Sesi pertama disampaikan oleh Rektor UNIA Prenduan KH. Muhtadi Abdul Mun’im, M.A. Ada dua pesan yang ditegaskan kepada para alumni, yakni menyebarluaskan atau membuat ekosistem syukur dan membangun trust dengan rasa husnuz zhon kepada sesama. Dengan syukur akan menjadi magnet yang membawa nikmat lain. Sementara dengan rasa saling percaya akan membangun rasa integritas satu sama lain. Di akhir materinya, beliau mengingatkan, “sebagai alumni kita diharapkan menjadi teladan sesuai dengan dua ciri alumni Al-Amien Prenduan. Khaira ummah sebagai pelopor kebaikan dan mencegah keburukan. Juga, sebagai mundzirul qaum yang teraplikasikan ke dalam dakwah, uswah (teladan), dan shuhbah (pendampingan).”
Tak kalah pentingnya, pemateri kedua yang diisi oleh Pimpinan Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan Dr. KH. Ahmad Fauzi Tidjani, M.A. memesankan tiga poin kepada calon alumni. Pertama, arti penting membangun jaringan. Alumni diberikan pandangan keluasan manfaat hubungan baik antar sesama. “Kalian generasi pertama yang tercatat dalam sejarah sebagai alumni universitas. Karenanya, kita sama-sama, menghembuskan aura kebaikan di tengah-tengah masyarakat. Jasa nafasmu itulah yang terkesan di masyarakat.” Kedua, Integritas Al-Amien dengan berakhlak “Al-Amien”. Selain akhlak al-karimah perlu juga akhlak Al-Amin. Artinya, jangan pernah melupakan interaksi antar apa pun dengan sesama terutama almamater Al-Amien. Ketiga, kebermanfatan ilmu. Eksistensi ilmu dengan saling mengingatkan dan menjalin silaturahmi meski dalam profesi apapun. Mengajar menjadi tonggaknya kelak. “kuliah itu bukan diajari ilmu, tapi mental. Saya mengharap kreativitas antum sekalian”, pungkasnya. Kunci utamanya pula ialah terletak pada khidmah menghargai kiai dan ulama untuk mendapatkan ridho serta restu. “Selamat berjuang li izzil islam wal muslimin,” tutupnya.
Pemateri terakhir, Dr. KH. Ghozi Mubarak, M.A., menegaskan tiga poin penting mengenai perihal insan kamil kepada para alumni. Beliau menekankan pentingnya menjadi sarjana atau peneliti yang tidak hanya terpaku pada bidangnya, tetapi juga mendekatkan diri kepada pusat spiritualitas, dengan berakhlak sesuai dengan ajaran Al-Qur’an dan contoh Rasulullah. Beliau mengajak para alumni untuk menjadi teladan dalam berupaya mendekatkan diri kepada akhlak Rasulullah dalam segala aspek kehidupan mereka. Di akhir penyampaian, beliau mengajak para alumni untuk berjuang menjadi sarjana yang memberikan manfaat bagi Islam dan umat, serta menjadi inspirasi bagi orang lain.
Dengan demikian, orientasi alumni UNIA Prenduan berhasil memberikan pandangan yang komprehensif tentang peran dan tanggung jawab para alumni dalam masyarakat serta dalam mengamalkan nilai-nilai universitas. Selamat menjadi bagian dari komunitas alumni yang berkualitas dari Universitas Al-Amien Prenduan. (Aliansi Jurnalis Muda Islam/AJMI)
Orientasi alumni Universitas Al-Amien ini dibagi atas tiga sesi. Sesi pertama disampaikan oleh Rektor UNIA Prenduan KH. Muhtadi Abdul Mun’im, M.A. Ada dua pesan yang ditegaskan kepada para alumni, yakni menyebarluaskan atau membuat ekosistem syukur dan membangun trust dengan rasa husnuz zhon kepada sesama. Dengan syukur akan menjadi magnet yang membawa nikmat lain. Sementara dengan rasa saling percaya akan membangun rasa integritas satu sama lain. Di akhir materinya, beliau mengingatkan, “sebagai alumni kita diharapkan menjadi teladan sesuai dengan dua ciri alumni Al-Amien Prenduan. Khaira ummah sebagai pelopor kebaikan dan mencegah keburukan. Juga, sebagai mundzirul qaum yang teraplikasikan ke dalam dakwah, uswah (teladan), dan shuhbah (pendampingan).”
Tak kalah pentingnya, pemateri kedua yang diisi oleh Pimpinan Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan Dr. KH. Ahmad Fauzi Tidjani, M.A. memesankan tiga poin kepada calon alumni. Pertama, arti penting membangun jaringan. Alumni diberikan pandangan keluasan manfaat hubungan baik antar sesama. “Kalian generasi pertama yang tercatat dalam sejarah sebagai alumni universitas. Karenanya, kita sama-sama, menghembuskan aura kebaikan di tengah-tengah masyarakat. Jasa nafasmu itulah yang terkesan di masyarakat.” Kedua, Integritas Al-Amien dengan berakhlak “Al-Amien”. Selain akhlak al-karimah perlu juga akhlak Al-Amin. Artinya, jangan pernah melupakan interaksi antar apa pun dengan sesama terutama almamater Al-Amien. Ketiga, kebermanfatan ilmu. Eksistensi ilmu dengan saling mengingatkan dan menjalin silaturahmi meski dalam profesi apapun. Mengajar menjadi tonggaknya kelak. “kuliah itu bukan diajari ilmu, tapi mental. Saya mengharap kreativitas antum sekalian”, pungkasnya. Kunci utamanya pula ialah terletak pada khidmah menghargai kiai dan ulama untuk mendapatkan ridho serta restu. “Selamat berjuang li izzil islam wal muslimin,” tutupnya.
Pemateri terakhir, Dr. KH. Ghozi Mubarak, M.A., menegaskan tiga poin penting mengenai perihal insan kamil kepada para alumni. Beliau menekankan pentingnya menjadi sarjana atau peneliti yang tidak hanya terpaku pada bidangnya, tetapi juga mendekatkan diri kepada pusat spiritualitas, dengan berakhlak sesuai dengan ajaran Al-Qur’an dan contoh Rasulullah. Beliau mengajak para alumni untuk menjadi teladan dalam berupaya mendekatkan diri kepada akhlak Rasulullah dalam segala aspek kehidupan mereka. Di akhir penyampaian, beliau mengajak para alumni untuk berjuang menjadi sarjana yang memberikan manfaat bagi Islam dan umat, serta menjadi inspirasi bagi orang lain.
Dengan demikian, orientasi alumni UNIA Prenduan berhasil memberikan pandangan yang komprehensif tentang peran dan tanggung jawab para alumni dalam masyarakat serta dalam mengamalkan nilai-nilai universitas. Selamat menjadi bagian dari komunitas alumni yang berkualitas dari Universitas Al-Amien Prenduan. (Aliansi Jurnalis Muda Islam/AJMI)

