Kamis (22/2), Pascasarjana program Magister Pendidikan Agama Islam (PAI) resmi meluluskan 49 mahasiswa perdananya, 27 lulusan putra dan 22 lulusan putri di Meeting Hall Ma’had Tahfidz Al-Qur’an, Lantai II. Hadir dalam acara tersebut Direktur Pascasarjana, Dr. KH. Musleh Wahid, M.Pd.I., Ketua Program Studi Pascasarjana PAI, Dr. Moh. Wardi, M.Pd.I., Sekretaris Pascasarjana Achmad Maulidi, M.Pd.I., serta sejumlah dosen Pascasarjana lainnya.
Perhelatan yudisium perdana Pascasarjana ini bertepatan momentum penting karena bertepatan dengan perubahan status IDIA Prenduan menjadi Universitas Al-Amien Prenduan (UNIA) melalui Surat Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 1125 Tahun 2023.
Dalam sambutannya, Dr. Moh. Wardi, M.Pd.I., menekankan pentingnya penguatan iman, ilmu, dan amal. "Barang siapa yang memiliki iman dan ilmu, maka Allah akan meninggikan derajatnya. Tidak ada kata terlambat dalam mengejar ilmu, seperti yang disabdakan dalam hadits ‘utlubul ilma minal mahdi ilallahdi’," ujarnya dengan tegas.
Sesi berikutnya, Dr. K.H. Musleh Wahid, M.Pd.I., menyampaikan harapannya kepada calon wisudawan/wisudawati Pascasarjana. "Jangan berhenti menuntut ilmu. Saya berharap para calon wisudawan/wisudawati Pascasarjana ini bisa melanjutkan studinya ke jenjang S3, dan membawa nama baik kampus kita dalam masyarakat," tambahnya dengan penuh semangat.
Acara juga dimeriahkan dengan pemberian penghargaan atas tiga kategori, yaitu IPK tertinggi, penulis tesis terbaik, dan lulusan terbaik. Ust. Ach. Maulidi, M.Pd.I., memberikan apresiasi atas nilai IPK tertinggi yang diraih oleh Lidia Candra Sari, serta penulis tesis terbaik yang diraih oleh Lidia Candra Sari dari Pamekasan dan Rohmatus Tsaniyyah dari Sumenep. Sedangkan mahasiswa teladan diraih oleh Halili Susanto, dan lulusan terbaik oleh Lidia Candra Sari.
Acara yudisium ditutup dengan sesi salam-salaman antar mahasiswa, di mana banyak dari mereka yang mengalirkan air mata kebahagiaan. (Aliansi Jurnalis Muda Islam/AJMI)
Acara juga dimeriahkan dengan pemberian penghargaan atas tiga kategori, yaitu IPK tertinggi, penulis tesis terbaik, dan lulusan terbaik. Ust. Ach. Maulidi, M.Pd.I., memberikan apresiasi atas nilai IPK tertinggi yang diraih oleh Lidia Candra Sari, serta penulis tesis terbaik yang diraih oleh Lidia Candra Sari dari Pamekasan dan Rohmatus Tsaniyyah dari Sumenep. Sedangkan mahasiswa teladan diraih oleh Halili Susanto, dan lulusan terbaik oleh Lidia Candra Sari.
Acara yudisium ditutup dengan sesi salam-salaman antar mahasiswa, di mana banyak dari mereka yang mengalirkan air mata kebahagiaan. (Aliansi Jurnalis Muda Islam/AJMI)

