Pekan ketujuh tahun 2026 memperlihatkan dinamika Universitas Al-Amien Prenduan (UNIA) yang semakin berorientasi pada penguatan kapasitas akademik dan kelembagaan. Sepanjang 22–28 September 2026, tercatat lima kegiatan terlaksana dengan keterlibatan LP2M, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI), DEMA Fakultas Dakwah dan Ushuluddin (FDU), serta Markazul Lughoh. Rangkaian tersebut bergerak pada sejumlah bidang, mulai dari kolaborasi riset, forum akademik internasional, peningkatan kompetensi dosen, regenerasi organisasi mahasiswa, hingga penguatan lingkungan bahasa.


Memperluas Kolaborasi Riset melalui Sharing Research Collaboration


Pada 23 September 2026, LP2M UNIA melaksanakan Sharing Research Collaboration bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Kegiatan ini menjadi bagian dari penguatan bidang riset, inovasi, dan referensi di lingkungan UNIA, dengan luaran berupa okumen kerja sama.


Kehadiran agenda kolaborasi bersama BRIN menunjukkan perhatian UNIA terhadap pengembangan ekosistem penelitian. Kerja sama riset menjadi ruang penting untuk memperluas akses akademik, mempertemukan kapasitas kelembagaan, serta mendorong penelitian agar semakin terarah dan memiliki kontribusi yang lebih luas.

FEBI UNIA Hadir dalam Forum Akademik Internasional


Pada 23–24 September 2026, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) turut terlibat dalam International Conference on Islam, Science, Language, Law, Education, Economics, and Humanities (IC-ISLEH) 2026. Kegiatan tersebut tercatat sebagai bagian dari bidang riset, inovasi, dan referensi, dengan luaran berupa prosiding seminar internasional.


Keterlibatan dalam forum internasional semacam ini menjadi bagian dari upaya memperluas ruang diseminasi akademik dan mempertemukan kajian-kajian keislaman dengan berbagai disiplin ilmu. Bagi perguruan tinggi, forum ilmiah juga menjadi ruang untuk membangun jejaring akademik sekaligus memperkuat budaya publikasi dan penelitian.


Penguatan Kompetensi Penelitian Dosen PTKIS


Masih pada 24 September, LP2M UNIA turut menghadiri Kegiatan Penguatan Kompetensi Penelitian Dosen Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (PTKIS) Kopertais Wilayah IV Jawa Timur. Kegiatan tersebut diarahkan pada peningkatan kompetensi dosen, dan dalam laporan mingguan ditempatkan pada bidang pendidikan serta penguatan akreditasi dan tata kelola.


Agenda ini memperlihatkan bahwa pengembangan kualitas perguruan tinggi tidak hanya bertumpu pada penyelenggaraan pembelajaran, tetapi juga pada kapasitas dosen dalam menjalankan fungsi penelitian. Penguatan kompetensi tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam membangun budaya akademik yang berkelanjutan.

Regenerasi Organisasi Mahasiswa melalui Pelantikan DEMA FDU


Dinamika kemahasiswaan turut mengisi pekan ini melalui Pelantikan DEMA Fakultas Dakwah dan Ushuluddin pada 24 September 2026. Kegiatan tersebut menghasilkan sejumlah luaran kelembagaan, berupa Surat Keputusan pengurus baru dan berita acara pelantikan.


Pelantikan kepengurusan baru menjadi bagian dari proses regenerasi organisasi mahasiswa sekaligus ruang pembelajaran kepemimpinan bagi mahasiswa. Organisasi kemahasiswaan memiliki posisi penting dalam memberikan pengalaman pengelolaan program, komunikasi, koordinasi, dan tanggung jawab kelembagaan di luar ruang perkuliahan.

Dauroh Tadribiyah: Memperkuat Penggerak Lingkungan Bahasa


Pada 26 September 2026, Markazul Lughoh membuka kegiatan Dauroh Tadribiyah li Muharrikat Al-Lughoh. Kegiatan ini menjadi bagian dari bidang pendidikan mahasiswa dan lulusan, dengan luaran berupa terselenggaranya pelatihan bahasa.


Kegiatan tersebut kemudian berlanjut pada 27–29 September 2026 sebagai pelatihan intensif bagi para muharrik lughoh untuk meningkatkan kualitas lingkungan bahasa Arab. Agenda ini menjadi jembatan menuju Usbu’ Al-Lughoh yang dijadwalkan pada 3–9 Oktober 2026, sebuah pekan tahunan yang akan diisi dengan berbagai kompetisi dan kegiatan kebahasaan bagi mahasantri.


Penguatan penggerak bahasa menjadi penting dalam konteks pendidikan UNIA yang menempatkan kemampuan kebahasaan sebagai bagian dari lingkungan pendidikan. Melalui pembinaan yang sistematis, bahasa tidak hanya diposisikan sebagai materi pembelajaran, tetapi juga sebagai bagian dari budaya akademik dan kehidupan keseharian mahasantri.


Lima kegiatan pada pekan ketujuh memperlihatkan perluasan ruang pengembangan UNIA. Riset diperkuat melalui kolaborasi dengan BRIN, kapasitas akademik diperluas melalui forum internasional, kompetensi penelitian dosen terus dikembangkan, regenerasi mahasiswa berjalan melalui organisasi kemahasiswaan, sementara lingkungan bahasa diperkuat melalui pelatihan para penggeraknya.


Rangkaian tersebut menunjukkan bahwa pengembangan UNIA berlangsung melalui berbagai lapisan yang saling melengkapi: riset, pendidikan, pengembangan SDM, kemahasiswaan, dan penguatan budaya akademik. Setiap agenda menjadi bagian dari proses membangun ekosistem perguruan tinggi yang semakin produktif, kolaboratif, dan berorientasi pada peningkatan mutu.