style="font-family: 'Plus Jakarta Sans', sans-serif;" >

Muslim’s Future: Opportunity and Challenge in Globalization Era

Penulis MUHAMMAD UMAR MANSYUR
Tanggal Selasa, 8 November 2016
OLYMPUS DIGITAL CAMERAPrenduan (08/11) - Dalam rangka menyambut hari jadi pondok pesantren Al-Amien yang ke 64 berbagai rentetan acara seperti beberapa perlombaan pada cabang olahraga, pramuka, MTQ, serta seminar-seminar dari yang Nasional hingga Internasional. Dihari ini tepatnya Senin, (08/11/2016) keluarga besar Al-Amien mengadakan seminar internasional dengan tema “Muslim’s future: opportunity and challenge in globalization era”. Yang dihadiri oleh banyak peserta yaitu TMI, MTA, IDIA, dan peserta umum lainnya baik yang ada di pulau Madura maupun diluar pulau Madura seperti Bali, Jember, Jakarta, Bandung,  Malang, dan lain sebagainya. Acara ini secara resmi dibuka oleh KH. Dr. Ahmad Muhammad Fauzi Tidjani, selaku pimpinan sekaligus pengasuh pondok pesantren Al-Amien Prenduan, dengan sambutan yang disampaikan dalam tiga bahasa (Arab, Inggris, dan Indonesia) beliau mengatakan bahwa narasumber dalam acara ini merupakan teman sekaligus keluarga besar beliau ketika masih duduk di jenjang perkuliahan tepatnya di Universitas Al-Azhar Cairo. Adapun para narasumber di acara ini yakni:
  • Azhar Ibrahim (department of Malay studies national university of Singapore) dengan judul makalah muslim world and the globalization challenge: (en) countering dehumatization or humaniset integration.
  • Abdulrashid Abdullah Hameeyae (rector jamiah Islam syeikh Daud Al-Fathani–JISDA, Yala Thailand) dengan judul makalah Haji Harun dan pembaharuannya dalam pendidikan Islam di selatan Thailand.
  • Mokmin Basri (Deputy rector (Academic dan Reseach) Kolej Universiti Islam antar bangsa Selangor-KUIS) dengan judul makalah Globalization- Muslim Future Opportunities and challenges from technological Prespective.
  • Sulaiman Ahmad Sulaiman (perwakilan dosen Universitas Libya, dan juga merupakan dosen terbang di Universitas Sunan Kalijaga, Jogjakarta) dengan judul makalah (كيف مكا ن المسلمين في المستقبل).
Dalam seminar Internasional ini banyak sekali pelajaran berharga yang kita semua bisa ambil sebagai pelajaran hidup, dan Alhamdulillah acara ini berjalan dengan baik dan lancar walaupun dengan sarana dan prasarana yang seadanya namun berkat kerja sama dari semua pihak acara ini terselesaikan. Banyak hal-hal lucu yang terjadi di seminar ini misalnya seperti perkiraan orang-orang Indonesia yang hadir khususnya yang mengira bahwa orang luar negeri hanya bisa berbahasa dengan bahasanya sendiri, namun tidak dengan para Narasumber yang dating, seperti yang dilakukan oleh Dr.Azhar Ibrahim (Singapore) yang menyampaikan makalahnya dengan bahasa Inggris yang kemudian di tengah-tengah pembicaraannya beliau berbicara menggunakan bahasa Indonesia dengan lancar, hal ini membuat heran peserta yang hadir sekaligus takjub. Dalam makalahnya beliau membahas tentang Globalisasi yang terjadi saat ini berkembang pesat dengan ditandainya paham kapitalisme dan organisasi perdagangan bebas yang global. Menurut hasil pengumpulan data beliau ada banyak cara untuk memulihkan ekonomi salah satunya dengan cara menjual hati nurani (sesuai dengan sumber yang tertera di makalah). Dr. Abdulrashid menyampaikan makalah beliau dalam bahasa melayu tentang asal mula Pendidikan berbasis Islam dikota Yalaa. Sedangkan Dr. Mokmin menyampaikan makalahnya dalam bahasa Melayu yang dalam penyampainnya beliau mengatakan agar kita sebagai umat Muslim harus bertindak dan benar-benar menyaring segala sesuatu yang merupakan hasil dari globalization, beliau berkata pada hakikatnya saat ini kita umat muslim dijajah dengan akal. Sehingga para santri memiliki peran yang sangat penting. Dan pemakalah terakhir yakni Dr. Sulaiman Ahmad Sulaiman yang menyampaikan makalah beliau dengan bahasa arab, disini beliau membahas tentang kaum Zionisme yang semakin merajalela, maka kita sebagai umat muslim harus senantiasa bersatu agar tidak mudah terpecah belah. Acara ini dipimpin oleh Moderator perwakilan dari Dosen Institut Dirosat Islamiyah yakni KH. Dr. Muhtadi Abdul Mun’im MA, dan sebelum acara seminar ini berlangsung para Dosen-dosen yang hadir dan terpilih menjadi Ikatan Dosen-dosen antar bangsa  perwakilan se-Jawa Timur yang dikukuhkan langsung oleh utusan dari Provinsi cabang Jakarta. Acara ini berakhir pada jam 13.00 WIB

Bagikan Berita Ini