Prenduan, Senin (31/10)- Keluarga Besar Al-Amien Prenduan mengadakan Seminar Nasional Pesantren dengan tema “REPOSISI PESANTREN SEBAGAI RAHMATAN LIL `ALAMIN”. Yang diselenggarakan di Geserna TMI Putri. Bertepatan pada hari Senin tanggal 31 Oktober 2016 M bersama KH. Prof Dr. Mudjia Raharjo M. SI (Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang), KH. Hasyim Muzadi (Pimpinan Pesantren Al-Hikam), KH. Dr. Abdur Ghafur Maimoen (Ketua STAI AL-Anwar Sarang) dan KH. Dr. Ahmad Hidayatullah Zarkasyi, MA (Dekan Fakultas Humaniora Unida Gontor). Dalam acara ini terdapat dua narasumber yang tidak bisa ikut serta dalam kegiatan seminar tersebut dikarenakan ada kepentingan mendadak yang mengharuskan beliau berdua tidak dapat menghadiri acara ini, beliau adalah Tuan Guru KH. DR. M.Zainul Majdi, MA (Gubernur Nusa Tenggara Barat) dan KH. Hasyim Muzadi (Pimpinan Pesantren Mahasiswa Al-Hikam).
Acara seminar ini dipimpin oleh Moderator yang juga merupakan Dosen Institut Dirosat Islamiyah Al-Amien Prenduan yakni, H. Dr. Mashuri Thoha, M.Pd, yang mengatur jalannya acara dari awal sampai akhir. Sedangkan KH. Dr. Ahmad Muhammad Fauzi Tidjani, MA. Selaku pimpinan Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan secara resmi membuka acara Seminar Nasional Pesantren ini dengan penuh rasa syukur kepada Allah SWT, sebagaimana yang telah diungkapkan oleh Rektor IDIA Prenduan yakni KH. Ghozi Mubarok Idris, MA sebelumnya dalam sambutan sekaligus kata pengantar selaku Panitia pelaksana Seminar Nasional Pesantren dengan tema “ Reposisi Pesantren sebagai rahmatan lil Alamin” dalam rangka kesyukuran 64 tahun berdirinya Pondok Pesantren Al-amien Prenduan.
Seminar ini dibuka dan dimulai dari latar belakang dan perkenalan secara sepintas yang dibacakan dan dipandu oleh Moderator, yang kemudian dilanjutkan oleh para narasumber yang mempresentasikan makalahnya masing-masing. Presentasi pertama dimulai oleh KH. Dr. Ahmad Hidayatullah Zarkasyi dengan judul makalah “Kekuatan Pesantren dalam Perspektif Sederhana”. Beliau mengatakan bahwa “Posisi pesantren itu telah ada sejak zaman dahulu, sebelum Kemerdekaan pun hal ini sudah ada, bahkan ini tidak dapat dirubah, sedangkan pondok pesantren itu sendiri terdapat banyak model yang terdiri dari berbagai versi tergantung orang yang berbaur dan ikut serta didalamnya. Pesantren tidak hanya ditemukan di Indonesia, namun di Negara-negara lain pun ada”. Kemudian beralih kepada pemateri kedua yang makalahnya berjudul “Mempeta-ulang Arah dan Tujuan Pendidikan Kita dan Implikasinya” beliau mengatakan tentang fakta mengenai pesantren yang ada. “Pesantren-pesantren di Indonesia menempati posisi yang cukup signifikan dan strategis, karena Indonesia telah banyak pondok pesantren yang tersebar dan mampu mencetak tokoh-tokoh agama di era yang modern ini”. Kemudian dilanjutkan oleh pemateri yang ketiga yaitu Prof. Dr. H. Mudjia Raharjo, M.SI (Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim), yang makalahnya berisi tentang keunggulan-keunggulan serta kelebihan-kelebihan anak pesantren, beliau berkata bahwa “Dunia tahun ini dan di tahun-tahun yang akan datang merindukan pemimpin-pemimpin Islam yang tidak hanya pintar melainkan juga berakhlak mulia, karena saat ini Indonesia banyak orang baik tapi tidak berakhlak. Sejatinya Ilmu itu bukan berbentuk lingkaran, atau pun di nilai dari keilmuannya tersebut tapi pada hakikatnya ilmu itu ialah yang bisa membuat orang menjadi arif, bijaksana, dan berakhlak mulia”. Di akhir presentasinya beliau meminta do’a kepada kita semua berkenaan dengan pembangunan proyek fakultas kedokteran UIN malang.
Sesi tanya jawab dalam seminar ini ada dua sesi yang masing-masing mengandung pertanyaan yang berbobot dan saran-saran dari para peserta seminar. Seminar ini berakhir pada jam 13.00 WIB, dengan pesan dari KH. DR. Ahmad Hidayatullah Zarkasyi, MA. Sebagai berikut “Dimanapun kalian berada dan kapanpun setelah keluar dari pondok ini ada tugas dan tanggung jawab yang harus kalian lakukan yakni mengajar dan ciptakanlah kader-kader Islam”.
Prenduan, Senin (31/10)- Keluarga Besar Al-Amien Prenduan mengadakan Seminar Nasional Pesantren dengan tema “REPOSISI PESANTREN SEBAGAI RAHMATAN LIL `ALAMIN”. Yang diselenggarakan di Geserna TMI Putri. Bertepatan pada hari Senin tanggal 31 Oktober 2016 M bersama KH. Prof Dr. Mudjia Raharjo M. SI (Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang), KH. Hasyim Muzadi (Pimpinan Pesantren Al-Hikam), KH. Dr. Abdur Ghafur Maimoen (Ketua STAI AL-Anwar Sarang) dan KH. Dr. Ahmad Hidayatullah Zarkasyi, MA (Dekan Fakultas Humaniora Unida Gontor). Dalam acara ini terdapat dua narasumber yang tidak bisa ikut serta dalam kegiatan seminar tersebut dikarenakan ada kepentingan mendadak yang mengharuskan beliau berdua tidak dapat menghadiri acara ini, beliau adalah Tuan Guru KH. DR. M.Zainul Majdi, MA (Gubernur Nusa Tenggara Barat) dan KH. Hasyim Muzadi (Pimpinan Pesantren Mahasiswa Al-Hikam).
Acara seminar ini dipimpin oleh Moderator yang juga merupakan Dosen Institut Dirosat Islamiyah Al-Amien Prenduan yakni, H. Dr. Mashuri Thoha, M.Pd, yang mengatur jalannya acara dari awal sampai akhir. Sedangkan KH. Dr. Ahmad Muhammad Fauzi Tidjani, MA. Selaku pimpinan Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan secara resmi membuka acara Seminar Nasional Pesantren ini dengan penuh rasa syukur kepada Allah SWT, sebagaimana yang telah diungkapkan oleh Rektor IDIA Prenduan yakni KH. Ghozi Mubarok Idris, MA sebelumnya dalam sambutan sekaligus kata pengantar selaku Panitia pelaksana Seminar Nasional Pesantren dengan tema “ Reposisi Pesantren sebagai rahmatan lil Alamin” dalam rangka kesyukuran 64 tahun berdirinya Pondok Pesantren Al-amien Prenduan.
Seminar ini dibuka dan dimulai dari latar belakang dan perkenalan secara sepintas yang dibacakan dan dipandu oleh Moderator, yang kemudian dilanjutkan oleh para narasumber yang mempresentasikan makalahnya masing-masing. Presentasi pertama dimulai oleh KH. Dr. Ahmad Hidayatullah Zarkasyi dengan judul makalah “Kekuatan Pesantren dalam Perspektif Sederhana”. Beliau mengatakan bahwa “Posisi pesantren itu telah ada sejak zaman dahulu, sebelum Kemerdekaan pun hal ini sudah ada, bahkan ini tidak dapat dirubah, sedangkan pondok pesantren itu sendiri terdapat banyak model yang terdiri dari berbagai versi tergantung orang yang berbaur dan ikut serta didalamnya. Pesantren tidak hanya ditemukan di Indonesia, namun di Negara-negara lain pun ada”. Kemudian beralih kepada pemateri kedua yang makalahnya berjudul “Mempeta-ulang Arah dan Tujuan Pendidikan Kita dan Implikasinya” beliau mengatakan tentang fakta mengenai pesantren yang ada. “Pesantren-pesantren di Indonesia menempati posisi yang cukup signifikan dan strategis, karena Indonesia telah banyak pondok pesantren yang tersebar dan mampu mencetak tokoh-tokoh agama di era yang modern ini”. Kemudian dilanjutkan oleh pemateri yang ketiga yaitu Prof. Dr. H. Mudjia Raharjo, M.SI (Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim), yang makalahnya berisi tentang keunggulan-keunggulan serta kelebihan-kelebihan anak pesantren, beliau berkata bahwa “Dunia tahun ini dan di tahun-tahun yang akan datang merindukan pemimpin-pemimpin Islam yang tidak hanya pintar melainkan juga berakhlak mulia, karena saat ini Indonesia banyak orang baik tapi tidak berakhlak. Sejatinya Ilmu itu bukan berbentuk lingkaran, atau pun di nilai dari keilmuannya tersebut tapi pada hakikatnya ilmu itu ialah yang bisa membuat orang menjadi arif, bijaksana, dan berakhlak mulia”. Di akhir presentasinya beliau meminta do’a kepada kita semua berkenaan dengan pembangunan proyek fakultas kedokteran UIN malang.
Sesi tanya jawab dalam seminar ini ada dua sesi yang masing-masing mengandung pertanyaan yang berbobot dan saran-saran dari para peserta seminar. Seminar ini berakhir pada jam 13.00 WIB, dengan pesan dari KH. DR. Ahmad Hidayatullah Zarkasyi, MA. Sebagai berikut “Dimanapun kalian berada dan kapanpun setelah keluar dari pondok ini ada tugas dan tanggung jawab yang harus kalian lakukan yakni mengajar dan ciptakanlah kader-kader Islam”.