Jum’at (20/10) – B
adan Eksekutif Mahasiswi (BEMi) IDIA Prenduan mengadakan pelatihan atau yang kita kenal dengan bahasa populernya Diklat Kesektariatan dan Kebendaharaan dalam rangka menyiapkan generasi-genarasi yang handal dan profesional dalam bidang kesektariatan dan kebendaharaan. Acara ini dibuka secara langsung oleh Ny. Asmaniyah Siraj, M.Pd.I di Gedung Rektorat lantai III kampus IDIA dengan pidato singkatnya. Beliau menyampaikan bahwa “diklat ini memberikan manfaat kepada seluruh mahasiswi baik program intensif maupun regular yang dapat kita rasakan dan dalam jangka waktu yang lama atau sebagai bekal mereka dikemudian hari”. Dan dipenghujung acara pembukaan resmi ini diakhiri dengan pembacaan do’a yang dipimpin langsung oleh ustdzh,Tatuk Lilis Sholehah, S.Pd.I. dengan hikmad dan penuh kekhusyu’an.
Untuk menjadi seorang sekretaris dan bendahara yang handal dan professional dibutuhkan kecakapan dan penguasaan serta pemahaman yang mendalam akan tugas dan tanggung jawab dari kedua hal tersebut.
Diklat kesektariatan diselenggarakan di Gedung Rektorat lantai III yang di isi oleh Sekretaris IDIA Prenduan, Ust. Ahmadi, M.Ag, sedangkan diklat kebendaharaan diselenggarakan di micro teaching dan Lab bahasa kampus yang diisi oleh Staff Tata Usaha IDIA Prenduan, Bidang Pengembangan dan Pemeriksa Kekayaan, Ust. Thoha Ma'mun S.Sos.I
Pelatihan kebendaharaan berlangsung sangat meriah dan asyik. Pasalnya, meskipun ust. Thoha merupakan pemateri pengagganti namun beliau tidak kehabisan ide untuk membuat para peserta diklat merasa tidak bosan, dan berkreasi dalam hal menghitung uang.
“Keberhasilan suatu perusahaan tergantung pada baik tidaknya sesorang yang memanage dan mengendalikan keuangan karena satu kesalahan saja dalam hal penulisan angka nominal maka akan berakibat fatal dan dapat menyebabkan kebangkrutan” Ungkap Alumni IDIA Prenduan tahun 2008 ini.
Pria kelahiran Banyuawangi ini menambahkan bahwa hal orang tersebut “tidak cocok jadi orang kaya“ pernyataan ini membuat para peserta diklat tertawa lepas dan berpikiran bahwa rezeki itu Allah yang mengatur. Untuk menjadi bendahara yang handal setidaknya menguasai betul tentang aplikasi Microsoft excel dan pelatihan ini ditutup dengan praktek.
Sedangkan pelatihan kesektariatan yang dipimpin langsung oleh ust. Ahmadi yang dilaksanakan di Gedung Rektorat lantai III. Para peserta diklat mengikuti pelatihan tersebut dengan hikmat dan perhatian penuh, mereka menyimak dan mendengarkan setiap perkataan yang disampaikan oleh Ust. Ahmadi. Materi yang diajarkan adalah seputar suratmenyurat, sertifikat menggunakan Microsoft excel yang kemudian merger ke Microsoft word. Untuk memudahkan kerja mereka, disini para peserta diklat diwajibkan membawa laptop untuk belajar dan melakukan praktek dari materi tersebut. Agar tidak keliru dalam memasukan nilai hasil praktek, mereka diberi bimbingan dalam hal ini.
Acara ini berakhir pada jam 10.25 WIB. Harapan para panitia diklat kesektariatan dan kebendaharaan ini diantaranya menyiapkan generasi-generasi yang handal dan professional, baik dalam bidang kesektariatan maupun kebendaharaan. Karena untuk menjadi sekretaris yang cekatan, sigap, dan menjadi bendahara yang jujur dan dapat menjaga amanat itu tidak semudah membalikkan telapak tangan, kedua hal ini membutuhkan pelatihan dan kemampuan khusus serta kesadaran diri sendiri yang sepenuhnya, dan sikap memilki tanggung jawab yang besar dikedua hal tersebut.
adan Eksekutif Mahasiswi (BEMi) IDIA Prenduan mengadakan pelatihan atau yang kita kenal dengan bahasa populernya Diklat Kesektariatan dan Kebendaharaan dalam rangka menyiapkan generasi-genarasi yang handal dan profesional dalam bidang kesektariatan dan kebendaharaan. Acara ini dibuka secara langsung oleh Ny. Asmaniyah Siraj, M.Pd.I di Gedung Rektorat lantai III kampus IDIA dengan pidato singkatnya. Beliau menyampaikan bahwa “diklat ini memberikan manfaat kepada seluruh mahasiswi baik program intensif maupun regular yang dapat kita rasakan dan dalam jangka waktu yang lama atau sebagai bekal mereka dikemudian hari”. Dan dipenghujung acara pembukaan resmi ini diakhiri dengan pembacaan do’a yang dipimpin langsung oleh ustdzh,Tatuk Lilis Sholehah, S.Pd.I. dengan hikmad dan penuh kekhusyu’an.
Untuk menjadi seorang sekretaris dan bendahara yang handal dan professional dibutuhkan kecakapan dan penguasaan serta pemahaman yang mendalam akan tugas dan tanggung jawab dari kedua hal tersebut.
Diklat kesektariatan diselenggarakan di Gedung Rektorat lantai III yang di isi oleh Sekretaris IDIA Prenduan, Ust. Ahmadi, M.Ag, sedangkan diklat kebendaharaan diselenggarakan di micro teaching dan Lab bahasa kampus yang diisi oleh Staff Tata Usaha IDIA Prenduan, Bidang Pengembangan dan Pemeriksa Kekayaan, Ust. Thoha Ma'mun S.Sos.I
Pelatihan kebendaharaan berlangsung sangat meriah dan asyik. Pasalnya, meskipun ust. Thoha merupakan pemateri pengagganti namun beliau tidak kehabisan ide untuk membuat para peserta diklat merasa tidak bosan, dan berkreasi dalam hal menghitung uang.
“Keberhasilan suatu perusahaan tergantung pada baik tidaknya sesorang yang memanage dan mengendalikan keuangan karena satu kesalahan saja dalam hal penulisan angka nominal maka akan berakibat fatal dan dapat menyebabkan kebangkrutan” Ungkap Alumni IDIA Prenduan tahun 2008 ini.
Pria kelahiran Banyuawangi ini menambahkan bahwa hal orang tersebut “tidak cocok jadi orang kaya“ pernyataan ini membuat para peserta diklat tertawa lepas dan berpikiran bahwa rezeki itu Allah yang mengatur. Untuk menjadi bendahara yang handal setidaknya menguasai betul tentang aplikasi Microsoft excel dan pelatihan ini ditutup dengan praktek.
Sedangkan pelatihan kesektariatan yang dipimpin langsung oleh ust. Ahmadi yang dilaksanakan di Gedung Rektorat lantai III. Para peserta diklat mengikuti pelatihan tersebut dengan hikmat dan perhatian penuh, mereka menyimak dan mendengarkan setiap perkataan yang disampaikan oleh Ust. Ahmadi. Materi yang diajarkan adalah seputar suratmenyurat, sertifikat menggunakan Microsoft excel yang kemudian merger ke Microsoft word. Untuk memudahkan kerja mereka, disini para peserta diklat diwajibkan membawa laptop untuk belajar dan melakukan praktek dari materi tersebut. Agar tidak keliru dalam memasukan nilai hasil praktek, mereka diberi bimbingan dalam hal ini.
Acara ini berakhir pada jam 10.25 WIB. Harapan para panitia diklat kesektariatan dan kebendaharaan ini diantaranya menyiapkan generasi-generasi yang handal dan professional, baik dalam bidang kesektariatan maupun kebendaharaan. Karena untuk menjadi sekretaris yang cekatan, sigap, dan menjadi bendahara yang jujur dan dapat menjaga amanat itu tidak semudah membalikkan telapak tangan, kedua hal ini membutuhkan pelatihan dan kemampuan khusus serta kesadaran diri sendiri yang sepenuhnya, dan sikap memilki tanggung jawab yang besar dikedua hal tersebut.