style="font-family: 'Plus Jakarta Sans', sans-serif;" >

BOD Teaching BNI Syari'ah

Penulis MUHAMMAD UMAR MANSYUR
Tanggal Senin, 24 Oktober 2016
PRENDUANdsc_0465-Semarak seminar BOD teaching yang dibawakan oleh BNI Syari'ah bertempat di GESERNA dalam rangka memperingati kesyukuran ke-64 Al-Amien Prenduan Sumenep Madura (24/10/2016). Rentetan agenda yang dibacakan oleh MC, diawali dengan pembacaan ayat suci al-Qur'an yang dibacakan oleh Sdra. Mohamad Anis kelas V asal Banjarmasin, dilanjutkan dengan nyanyian hymne dan mars Al-Amien yang dipimpin oleh Agareza Fikry. Tak ketinggalan pula semangat dan semaraknya anak marawis dari Al-Banjari Al-Amien yang membawakan mars BNI syari'ah, yang berbunyi "Bukan uang Hidup bisa tenang, melainkan khasanah yang berjuang dan tekad yang cemerlang" begitulah yang dilantunkan oleh marawis Al-Banjari Al-Amien Prenduan, Selanjutnya pemutaran video BNI syari'ah yang meliputkan pondok pesantren Al-Amien prenduan yang setia bekerja sama dengan kru anggota Bank BNI syari'ah dengan mengenalkan Bank BNI Syari'ah yang dikelola oleh nasab Bank tersebut dimana didalamnya tidak mengambil hasil riba sedikitpun melainkan syari'ah yang diterapkannya dengan cara membagi rata hasil yang dimiliki oleh para penabung. Tak lupa pula sambutan-sambutan untuk memperlengkap acara seminar BOD teaching, sambutan yang pertama dari Pimpinan Pondok Pesantren Al-Amien prenduan Sumenep Madura yaitu: KH. Dr. Ahmad Muhammad Fauzi Tidjani MA, menyampaikan beberapa patah kata yang utamanya “Bisakan berdakwah kompersional yang berdasarkan syariat agama buat para santri karena tidak ada Do’a dan syari’at-syari’at agama dan siapahkah yang akan menghuni syurga jika masih ada yang memakan uang riba, maka jauhkanlah riba dan utamakan syari’ah. Karena tidak harus menjadi benteng yang kekar dan tidak harus menjadi pondasi yang tangguh tapi jadilah syariah yang disyari’atkan oleh Agama” paparnya dalam penyambutan seminar. Sambutan yang kedua, yaitu dari oleh Regional Heg Timur yang disampaikan oleh Bapak Edwin beserta Rekan-rekan BNI syariah bahwa: “Tidak hanya silaturrahim kita berada disini tapi ikut serta berpartisipasi dalam rihlahnya Al-Amien ke-64 Prenduan Sumenep Madura, kita berharap Al-Amien semakin maju dan berkembang”. Itulah kutipan sambutan yang disampaikan olehnya dalam acara pagi hari itu. Tak lupa pula dalam menyampaikan isi hati nuraninya beliau memberikan kejutan sebuah doorprize tebak kuis buat para santriwan/i. Dengan tegas dan tepat mereka menjawab dengan benar tebak kuis tersebut. Setelah sambutan-sambutan yang disampaikan dengan ringkas, kembali ke acara selanjutnya yaitu penyerahan cendra mata dari BNI Syariah kepada pondok pesantren Al-Amien Prenduan Sumenep Madura yang dipandu oleh Bapak Kukuh Raharjo didampingi oleh Bapak Edmin yang diterima oleh Pimpinan Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan yaitu KH. Dr. Ahmad Muhammad Tidjani MA, dimeriahkan dengan tepuk tangan dan sorak gembiranya para santriwan/i Al-Amien Prenduan. Tak lupa pula pihak Al-Amien Prenduan juga memberikan cendra mata dan bentuk rasa trimakasih atas kedatangan dan kerjasamanya kepada pihak BNI Syariah yang diserahkan oleh Pimpinan Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan yaitu KH. Dr. Ahmad Muhammad Fauzi Tidjani MA, yang diterima Oleh Bapak Kukuh Rahardjo selaku direktur BNI Syari’ah. Tidak hanya penyerahan cendra mata yang diberikan oleh Pondok Pesantren Al-Amien dan Pihak BNI Syariah, akan tetapi juga Penyerahan Beasiswa khasanah dari BNI Syari’ah kepada santriwan/i Al-Amien yang berkenan mendapatkan beasiswa tersebut. Kembali ke dalam penyampaian Materi yang ditunggu-tunggu para peserta seminar yang dipimpin oleh Bapak Kukuh Rahardjo dengan bertambahnya semarak tepuk tangan dari para peserta dari kata pertama yang disampaikan oleh pemateri yaitu “Tidak ada kata tidak mungkin sukses, jika anda disiplin dan bekerja keras” itulah paparnya dalam penyampaian materi. Sekilas biografi dari bapak Kukuh Rahardjo, beliau lahir di Kota Jakarta pada tanggal 06 November 1968, beliau berperan dalam bebrapa Organisasi dan memiliki Prestasi yang tinggi, berperan menjadi analegislatif pada tahun 2000-2016 dan duduk dalam beberapa jabatan, itulah sekilas info biografi beliau. Kembali kepada isi materi yaitu bagaimana Bank Syari’ah, perbankkan di Indoesia yang relatif  ialah banyak yang merajuk pada kapitalisme. Sedangkan perbankkan syariah ialah menggunakan teori-teori yang ada dalam Al-Qur’an jauh lebih dari teori-teori apapun. Seperti yang tercantum dalam ayat Al-Qur’an yang artinya “Aku menciptakan jin dan manusia untuk menyembah kepa-Ku” dalam ayat tersebut jelas dikatakan bahwa sesungguhnya Allah Menciptakan semua makhluknya untuk melaksanakan printahnya dan menjauhi larangannya yaitu Allah melarang Ummatnya untuk melakukan Riba dalam hal apapun. Setelah penyampaian materi seminar tersebut digegerkan oleh beberapa kuis yang membuat para peserta heboh dan bersorak poranda dalam menyemangati para penjawab pertanyaan tersebut. Berbagai pertanyaanpun disampaikan pihak BNI syariah kepada para santriwan/i yang hadir pada acara tersebut, walaupun tak semuanya bisa terpilih dalam menjawab kuis-kuis menarik yang diajukan dalam acara tersebut. Berakhirnya kuis tersebut, berakhir pula acara seminar BOD Teaching yang penuh dengan semangat, di akhir acara yaitu Penutup dan pembacaan Do’a yang dipimpin langsung oleh KH. Fauzi Rasul. Dengan pembacaan Do’a tersebut akhirnya acara sah ditutup. MAJUlah Al-Amien MAJUlah BNI Syariah

Bagikan Berita Ini