
Keikutsertaan Kontingen IDIA dalam Unisi Arabic Debating Championship (UADC) 2018 dengan tema “Pemikiran Pemuda untuk Cahaya Masa Depan” di Universitas Islam Indonesia yang diperantarai oleh el Markazi tahun ini, menghantarkan Seif Robert el Haq, Mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) asal Probolinggo meraih salah satu Best Speaker dari 88 peserta.
UADC merupakan salah satu lomba debat bahasa arab terbesar di Indonesia yang sudah menginjak tahun kedua. Dalam event kali ini, Kontingen IDIA telah mengikutinya dengan maksimal dengan raihan Best Speaker, meskipun secara tim belum membuahkan hasil yang memuaskan.
Selain mendapat Best Speaker, Pendamping atas nama Ustadz Ihwan Amalih, M.Fil.I dan Akh. Muhammad Khairul Basyar, S.Pd termasuk 7 juri yang terpilih dari 30 juri, sebagai juri dalam acara final debat antara tim Malaysia USIM dan Indonesia UIN Sunan Gunung Djati, Bandung. Karena dalam kompetisi debat UADC sistem debat beserta penilaian mengikuti model
Qatar Debating, dimana setiap tim diharuskan memiliki pendamping yang akan menjadi juri bagi tim yang lain.

Pada tahun ini UADC bertempat di Gedung Auditorium Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kepindidikan (PPPPTK) Seni dan Budaya Yogyakarta, Kaliurang, Sleman, Yogyakarta pada tanggal 27 Februari – 2 Maret 2018. Diikuti oleh 88 peserta yang terbagi menjadi 22 tim dengan dukungan dari 36 juri. Para peserta datang dari Universitas Sains Islam Malaysia, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, UIN Sunan Gunung Djati Bandung, IAIN Padangsidimpuan, Universitas Al Azhar Indonesia, IDIA Al-Amien, Universitas Negeri Malang, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Universitas Negeri Sebelas Maret, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, STAI An-Nawawi Purworejo, Daarul Lughoh wa Da’wah dan IAIN Jember.
UADC 2018 memberikan apresiasi penghargaan kepada para debater yang mendapatkan juara 1 dengan tropi dan uang senilai Rp. 5.000.000,-, juara 2 dengan torpi dan Rp. 3.000.000, juara 3 Rp. 1.500.000,- serta kepada 10 Best Speaker.
Ucapan selamat mengalir dari berbagai kalangan bagi tim IDIA di grup WhatsApp IDIA. Dari beberapa
tahniah yang menarik adalah
tahniah yang disampaikan oleh Akh. Anwar Dani, M.Sos Alumni IDIA yang saat ini menjadi dosen di IAIN Surakarta “Alhamdulillah. Potensi besar yang perlu lebih dikembangkan dan dimanfaatkan untuk pengembangan institusi IDIA.”
“Saya membayangkan dengan potensi sebesar itu selayaknya jurnal di IDIA berbahasa Arab atau Inggris semua” tutupnya mengahiri
tahniah yang memotivasi yang mendapat acungan jempol dari Ust. Ach. Nurholis Majid, M.Pd., Staf LP2M IDIA.