style="font-family: 'Plus Jakarta Sans', sans-serif;" >

Wisuda ke-XX di Usia ke 34 IDIA

Penulis MUHAMMAD UMAR MANSYUR
Tanggal Kamis, 1 Juni 2017
WisudaWisuda sebagai gelaran terakhir bagi mahasiswa semester akhir merupakan acara yang ditunggu-tunggu. Pasalnya, serimonial yang satu ini merupakan hajatan paling akhir sebagai penanda kelulusan seorang mahasiswa. Pun, begitu bagi mahasiswa IDIA. Wisuda tahun ini merupakan wisuda ke-XX di usia IDIA ke 34 tahun. Rangkaian wisuda dimulai pada 16 Mei 2017, dengan acara Pembukaan Orientasi Alumni & Sesi I: Profil Alumni IDIA Prenduan, diisi oleh Rektor IDIA, Dr. KH. Ghozi Mubarok, MA. Sesi II: “Alumni dan Pendidikan”  oleh Dr. KH. Ahmad Muhammad Tidjani, MA, Sesi III: “Alumni dan Dunia Kerja” perfakultas. Sessi IV “Alumni dan Global Citizenship”, Ust. Musleh Wahid, M.Pd.I Putra, “Alumni dan Pembinaan Kewanitaan” (Putri) Nyai Hj. Dra. Anisah Fatimah Zarkasyi. Pada malam harinya digelar Wisuda Kepondokan, bagi mahasiswa intensif. Pada gelaran kali ini, ada yang spesial dari wisuda kepondokan tahun-tahun sebelumnya. Pasalnya, pada tahun ini disertakan pula wisuda Jam’iyatul Qurro’ wal Huffad (JQH) IDIA, 5 Juz dan Juz ke-30. “JQH sebagai salah satu kelompok minat mahasiswa IDIA, patut disyukuri, maka mulai tahun ini kami adakan wisuda JQH bersama wisuda kepondokan, sebagai wujud syukur dan motivasi bagi mahasiswa pecinta qiroat dan penghafal Qur’an” ungkap Ust. Dede Syafa’atul Barokah, S.Pd. selaku penanggungjawab JQH Dilanjutkan kesokan harinya, 17 Mei 2017, dilaksanakan Wisuda Fakultas, yang diadakan di Gedung Serba Guna TMI Putri. Pada kesempatan kali ini IDIA mewisuda 117 mahasiswa dari enam program studi yang ada. Dalam sambutannya, Rektor IDIA menyampaikan bahwa wisuda merupakan salah satu bentuk syukur, namun bukan akhir dari pencarian ilmu. Sehingga bagi mahasiswa IDIA harus terus menimba ilmu sebanyak mungkin. Pimpinan dan Pengasuh Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan, Dr. KH. Ahmad Fauzi Tidjani, MA, menyampaikan fatwa dan nasihatnya yang mengobarkan semangat juang, pengadian, dan jihad dalam berbagai perspektif. Diharapkan wisudawan IDIA menjadi salah satu dari para mujahid fi sabilillah. Orasi ilmiah disampaikan oleh Prof. Dr. Abd. A’la. Ketua Kopertais Wilayah IV, Surabaya ini menekankan pentingkan bersabar dalam kehidupan kita. Lebih lanjut Rektor UIN Sunan Ampel Surabaya ini menyampaikan pentingnya menuntut Ilmu.

Bagikan Berita Ini