Dari ufuk timur Sinar mentari pagi mulai menyentuh hangat kulit, menyinari mereka yang bertabur tersenyum hangat bercampur bahagia. Pagi itu, rabu (27/05/16) di bumi IDIA, tak kutemukan satupun wajah ceria yang tanpa senyuman dari wajah para mahasiswa-mahasiswi niha’ie (akhir) IDIA Prenduan. Hari yang bersejarah bagi mereka yang setelah 4 tahun mendadar diri di kampus IDIA. Toga telah terpasang, alunan sholawat di kumandangkan
Dewan senat pun datang, tanda akan dimulainya rentetan acara prosesi penobatan. Secara otomatis rasa haru berpadu menjadi satu dalam qolbu-qolbu para calon wisudawan/wisudawati yang berjumlah 131 mahasiswa tersebut. Disamping itu, wajah-wajah bangga yang terpancara dari para wali-wali seakan memabaluti rasa penat dan lesu disaat mereka melihat putra-putri nya kini telah berhasil menyelsaikan proses studinya selama 4 tahun.
Setelah dibuka secara resmi oleh pimpinan tertinggi Institusi KH. Ghozi Mubarok, MA. dilanjutkan dengan prosesi pemindahan pita sebagai symbol resminya kesarjanaan mereka. Dilanjutkan dengan sambutan Rektor IDIA sekaligus penobatan para wisudawan dan wisudawati terbaik, terbaik per- Program studi, Fakultas dan Institusi atau The Best of The best. Saudar Chandra Maulana, Alas Pontianak Kalimantan Barat yang telah terpilih untuk menjadi The Best of The Best tersebut.
Acara yang di konsep dengan tema “Rapat Senat Terbuka Wisuda ke XIX Strata 1” mendapatkan respon positif dari Pimpinan Pondok Pesantren Al-Amien Prendua, dengan lantang beliau menyatakan kebanggaannya kepada para sarjana-sarjana yang baru saja dinobatkan dengan senantiasa menegaskan bahwa “Anak-anakku sebelum kalian ini menjadi mahasiswa di IDIA ingat bahwa kalian ini adalah Santri, santri, santri” beliau memberikan tekanan pada kata santri karena ini merupakan cita-cita dari pada pendiri Jami’ah ini yang menginginkan seluruh mahasiswa IDIA memiliki jiwa Santri yang di indentik dengan karakter yang berakhlaqur karimah.
Dewan senat pun datang, tanda akan dimulainya rentetan acara prosesi penobatan. Secara otomatis rasa haru berpadu menjadi satu dalam qolbu-qolbu para calon wisudawan/wisudawati yang berjumlah 131 mahasiswa tersebut. Disamping itu, wajah-wajah bangga yang terpancara dari para wali-wali seakan memabaluti rasa penat dan lesu disaat mereka melihat putra-putri nya kini telah berhasil menyelsaikan proses studinya selama 4 tahun.
Setelah dibuka secara resmi oleh pimpinan tertinggi Institusi KH. Ghozi Mubarok, MA. dilanjutkan dengan prosesi pemindahan pita sebagai symbol resminya kesarjanaan mereka. Dilanjutkan dengan sambutan Rektor IDIA sekaligus penobatan para wisudawan dan wisudawati terbaik, terbaik per- Program studi, Fakultas dan Institusi atau The Best of The best. Saudar Chandra Maulana, Alas Pontianak Kalimantan Barat yang telah terpilih untuk menjadi The Best of The Best tersebut.
Acara yang di konsep dengan tema “Rapat Senat Terbuka Wisuda ke XIX Strata 1” mendapatkan respon positif dari Pimpinan Pondok Pesantren Al-Amien Prendua, dengan lantang beliau menyatakan kebanggaannya kepada para sarjana-sarjana yang baru saja dinobatkan dengan senantiasa menegaskan bahwa “Anak-anakku sebelum kalian ini menjadi mahasiswa di IDIA ingat bahwa kalian ini adalah Santri, santri, santri” beliau memberikan tekanan pada kata santri karena ini merupakan cita-cita dari pada pendiri Jami’ah ini yang menginginkan seluruh mahasiswa IDIA memiliki jiwa Santri yang di indentik dengan karakter yang berakhlaqur karimah.