style="font-family: 'Plus Jakarta Sans', sans-serif;" >

Usth. Oki Setiana Dewi; Wanita Memiliki Lima Peran dalam Kehidupan

Penulis MUHAMMAD UMAR MANSYUR
Tanggal Minggu, 30 Oktober 2016
  _dsc0362 PRENDUAN, (30/10)- Dalam rangka memperingati acara ulang tahun Al-Amien yang ke 64 tahun, Pada hari Ahad, tanggal 30 Oktober 2016 di Geserna TMI Putri pada jam 17.30 – 12.00 WIB. PP. Al-Amien prenduan mengadakan acara SEMINAR NASIONAL yang bertemakan “PERAN KELUARGA MUSLIMAH DALAM MEMBANGUN MASYARAKAT INDONESIA” yang pada saat itu dihadiri oleh Usth. Oki Setiana Dewi (Aktris Ketika Cinta Bertasbih, Mubllighah Islam Itu Indah TransTV) dengan Ibu Rita Soebagio, M. Si (Sekjen Aliansi Cinta Keluarga Indonesia, Jakarta) sebagai Narasumber, dan diikuti oleh Santriwati dan Mahasiswi Al-Amien serta peserta umum. Seminar Nasional tersebut, dihadiri juga oleh Ibu Dra. Hj. Khofifah Indar Parawansa yang merupakan Menteri Sosial Republik Indonesia sebagai Keynote Speaker. Yang mana kehadirannya disambut dengan musik hadroh oleh Group Albanjari dari Al-Amien Prenduan. Acara tersebut secara resmi dibuka oleh Pimpinan dan Dewan Pengasuh Putri Pondok pesantren Al-Amien Prenduan, yang mulia Ny. Hj. Dra. Annisa Fatimah Zarkasyi dalam sesi pertama. Dan K.H. Dr. Fauzi Tidjani, MA. Dalam sesi yang kedua. Beliau (Ny. Hj. Dra. Annisa Fatimah Zarkasyi) mengatakan bahwa menjadi muslimah meliputi beberapa hal, yang pertama terhadap diri sendiri, yang kedua terhadap anak-anaknya, yang ketiga terhadap suaminya, dan yang keempat terhadap masyarakat. Dalam acara tersebut Ikut berpartisipasi sekaligus membuka secara resmi Pada sesi pertama Usth. Oki Setiana Dewi menjelaskan bahwa peran wanita muslimah meliputi 5 sisi:
  1. Peran muslimah sebagai hamba Allah: Semua yang kita lakukan adalah sarana ibadah kepada Allah.
  2. Peran muslimah sebagai seorang anak: sebagaimana yang terdapat pada surah Lukman tentang berbakti kepada kedua orangtua. Sehebat apapun kita jika kita tidak birrul waalidain, maka sia-sialah amalnya.
  3. Peran muslimah sebagai calon istri: menjaga kesucian yakni kehormatan diri sebagai seorang wanita.
  4. Peran muslimah sebagai calon ibu: wanita yang hebat dapat membentuk generasi yang hebat, dan menjadi seorang ibu yang baik untuk anak-anaknya.
  5. Peran muslimah sebagai anggota masyarakat: sebagai seorang muslimah haruslah membagun peradaban dunia menjadi muslimah yang berpengaruh ditengah-tengah masyarakat, menggali potensi yang dimiliki. Ibaratkan tanngan kanannya mengayunkan anaknya, dan tangan kirinya membangun peradaban dunia.
Ibu Rita Soebagio, M. Si melanjutkan penjelasan bahwa di dalam Al-Qur’an surah An-Nisa’ dimana didalamnya menjelaskan tempat khusus untuk wanita. Dalam sesi kedua Ibu Dra. Hj. Khofifah Indar Parawansa menjelaskan bahwa kita harus berhati-hati terhadap pornografi, karena pornografi sangat berpengaruh besar (negative) terhadap otak kita. Oleh karena itu kita harus menjauhi hal tersebut. Karena itu menjadikan nafsu kita tidak terkendali dan kecanduan berulang kali. Beliau berpesan menjadi seorang muslimah sepadat apapun muslimah dalam berkarir hendaknya lebih memperhatikan keluarga, anak, dan suaminya. Seperti yang disebutkan dalam Al-Qur’an “ Arrijaalu qowwaamuuna ‘alaa nnisaa’ ”.  

Bagikan Berita Ini