style="font-family: 'Plus Jakarta Sans', sans-serif;" >
Transformasi Universitas Al-Amien Prenduan: Membangun Fondasi untuk Masa Depan yang Berkelanjutan

Transformasi Universitas Al-Amien Prenduan: Membangun Fondasi untuk Masa Depan yang Berkelanjutan

Penulis MUHAMMAD UMAR MANSYUR
Tanggal Sabtu, 10 Januari 2026

Transformasi Universitas Al-Amien Prenduan: Membangun Fondasi untuk Masa Depan yang Berkelanjutan

Oleh: Dr. K.H. Muhtadi Abdul Mun’im, M.A.
Rektor Universitas Al-Amien Prenduan

Di penghujung tahun 2025, saat kita merenungkan perjalanan Universitas Al-Amien Prenduan (UNIA), sebuah perguruan tinggi pesantren yang lahir dengan visi besar, terasa seperti berdiri di ambang pintu baru. UNIA belum lama beralih bentuk menjadi universitas setelah lebih dari 20 tahun berkiprah sebagai institut. Perubahan bentuk ini merupakan bagian dari target Rencana Strategis (Renstra) 2021–2025.

Lima tahun perjalanan yang kini berada di penghujung ini kita sebut sebagai tahap transformasi—bukan sekadar fase administratif, melainkan cerminan komitmen untuk membangun fondasi akuntabilitas dan legalitas yang kokoh. Berlandaskan nilai-nilai keislaman, keindonesiaan, kepesantrenan, dan kejuangan, UNIA mencatat capaian penting berupa peningkatan status akreditasi dari “Baik” menjadi “Baik Sekali”.

Esai ini bukan sekadar catatan pencapaian, melainkan undangan reflektif: bagaimana kita telah berkembang, apa yang telah dicapai, dan ke mana UNIA akan melangkah dalam satu hingga lima tahun ke depan. Dengan bahasa yang sederhana namun mendalam, perjalanan ini diharapkan menjadi inspirasi bagi seluruh sivitas akademika dan para pemangku kepentingan UNIA.

Refleksi pertama tertuju pada finalisasi revisi dan pembaruan dokumen induk perguruan tinggi. Sebuah institusi ibarat rumah besar; tanpa fondasi yang kuat, ia akan rapuh menghadapi badai. Melalui program Penuntasan Legalitas, Revisi Dokumen Induk, dan Tata Kelola, UNIA terus menyempurnakan dasar-dasar regulasi, kebijakan, serta kerangka operasional dan kinerja.

Dokumen strategis seperti Statuta, Rencana Induk Pengembangan Institusi, dan Rencana Strategis telah direvisi dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Proses ini menjadi langkah penting menuju tata kelola yang transparan, akuntabel, dan terintegrasi dengan sistem informasi digital.

Pencapaian ini mendorong refleksi lebih lanjut: bagaimana semangat akuntabilitas dapat terus hidup dalam praktik akademik sehari-hari? Dalam satu tahun ke depan, implementasi tata kelola akan diperluas, termasuk melalui audit mutu internal secara rutin untuk menjaga standar mutu institusi.

Penguatan Sumber Daya Insani (SDI) menjadi fokus berikutnya. Peningkatan mutu institusi harus dimulai dari penguatan manusia—dosen, tenaga kependidikan, dan seluruh fungsionaris. Upaya upgrading dan upskilling dilakukan agar seluruh sivitas akademika mampu beradaptasi dengan dinamika pendidikan tinggi dan perkembangan teknologi digital.

SDI adalah jantung UNIA. Investasi pada manusia bukanlah beban, melainkan benih masa depan. Ke depan, kolaborasi eksternal akan diperluas untuk memastikan setiap individu tidak hanya kompeten, tetapi juga memiliki motivasi dan kesadaran kolektif terhadap misi institusi.

Penyelarasan kurikulum berbasis karakter kepesantrenan (ma’hadi) menjadi aspek penting lainnya. Nilai-nilai pancajiwa pesantren, kepemimpinan, dan kewirausahaan diintegrasikan ke dalam budaya organisasi dan pembelajaran agar setiap mata kuliah tidak hanya mentransfer ilmu, tetapi juga membentuk karakter.

Pada tahap transformasi ini pula UNIA mulai meletakkan fondasi kemandirian finansial melalui inisiasi unit-unit bisnis potensial dan penguatan sistem keuangan berkelanjutan. Kemandirian ini memberikan ruang inovasi sekaligus memperkuat misi sosial institusi.

Beberapa program pada tahap Transformasi 2025 bersifat wajib sebelum UNIA memasuki Tahap Diversifikasi (2026–2030). Fase berikutnya diarahkan pada penguatan budaya mutu sebagai teaching university unggul serta pembangunan fondasi riset yang berkualitas.

Refleksi ini bukanlah penutup, melainkan ajakan untuk bergerak bersama. Dengan fondasi yang telah dibangun, satu tahun ke depan menjadi momentum untuk mewujudkan UNIA sebagai universitas yang akuntabel, bermartabat, dan menginspirasi.

Bagikan Berita Ini