style="font-family: 'Plus Jakarta Sans', sans-serif;" >

TADABBUR ALAM SEBAGAI WASHIAH PERENUNGAN DIRI AKAN KEKUASAAN SANG PENCIPTA

Penulis MUHAMMAD UMAR MANSYUR
Tanggal Sabtu, 2 April 2016
Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) IDIA Prenduan 2015-2016 pada tahun ini telah berhasil melaksanakan kegiantan Tadabbur Alam dan Bhakti Sosial yang dilaksanakan di Pondok Pesantren Nurul Wujud, desa Sotabar, Kec. Pasean, Kab. Pamekasan. Kegiatan berlangsung selama 2 hari sejak kamis s/d Jum’at (18/02/16 – 18/02/16) dengan tema “Tadabbur Alam sebagai Washiah Perenungan diri akan Kekuasaan Sang Pencipta”. Adapun tujuan diadakannya kegaiatan ini adalah sebagai bentuk kesadaran mahasiswa sebagai Magku Bumi atau Kholifah fil Ardhi. Karena Alam adalah merupakan salah satu ciptaan Allah SWT yang memang seharusnya bagi setiap insan yan memiliki akal untuk mengenal, mentadabburi, menjaga dan mangambil hikmah dari penciptaan alam raya ini, sehingga dengan cara seperti itu dapat membuat kita semakin dekat dengan sang Maha Pencipta. Puncak dari kegiatan diisi dengan pementasan dari komunitas Teater Roda IDIA, Pembagian Hadiah dan Tausiyah/Ceramah Islami yang diisi oleh KH. Jamal Abdul Natsir (Alumni Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan) di awal Tausiahnya beliau membacakan ayat Al-Qur’an Surah Al-Hujurat, (QS. 49 ayat 13 dan beliau menggaris bawahi pada potongan ayat “Li Ta’aarofuu” yang artinya ialah “Agar kita Saling Mengenal” di dalam ilmu Shorrof kalimat Ta’aarofa ini adalah Lil muthaawa’ah (ada dua interaksi/saling) sehingga output dari Lita’aarofu maka timbullah disiplin ilmu yang kita sebut sebagai ILMU KOMUNIKASI. Nah dengan momentum Tadabbur Alam ini kita belajar bagaimana kita sekarang berkomunikasi dengan orang lain? Bagaimana kita sekarang belajar memahami orang lain? itu yang terpenting, bukan bagaimana orang lain memahami kita . Bukan hanya sekedar itu, karena kegiatan ini adalah Tadabbur Alam dan bakti social, maka pembelajaran kita tentang Interaksi dan Komunikasi tentunya tidak hanya pada batasan sesama manusia saja, akan tetapi lebih luas. Kita belajar memahami suasana dan kondisi disini, kita memahami hewan-hewan dan lingkungan disekitar kita. Karena ciptaan Allah itu ada manusia, ada malaikat, ada Jin, Hewan Tumbu-tumbuhan. Sehingga apabila komunikasi dan interaksi kita baik dengan semuanya maka kedamaian jadi milik kita. Tutur dosen Tafsir Hadits itu. Dan dipenghujung acara ini KH. Abdul Halim Hasan, salaku pengasuh dan Pembina Pondok Pesantren Nurul Wujud menutup dengan pembacaan Doa setelah terlebih dahulu beliau mengutarakan kebahagiannya dan ucapan ribuan Terima Kasih kepada teman-teman BEM IDIA yang telah memilih lembaga ini sebagai tempat pelaksanaan acara tadabbur Alam ini.(red: IDIA)

Bagikan Berita Ini