style="font-family: 'Plus Jakarta Sans', sans-serif;" >

SIMPOSIUM IDIA BERSAMA UNIVERSTI KEBANGSAAN MALAYSIA (UKM)

Penulis MUHAMMAD UMAR MANSYUR
Tanggal Rabu, 13 April 2016
“KELUARGA DAN ANAK-ANAK DALAM UU ISLAM DAN PEMERINTAH”             Senin, (11/04/2016). Institut Dirosat Islamiyah Al-Amien Prenduan (IDIA) bekerjasama dengan UKM Malaysia  mengadakan kegiatan simposium dengan tema “Keluarga dan anak-anak dalam UU Islam dan Pemerintah”. Narasumber dalam acara simposium ini adalah Prof. Dato’ Noor Aziah Mohd Awal (Timbalan Naib Cancelor Hal-ehwal Pelajar dan Alumni Universiti Kebangsaan Malaysia), Prof. Datin Paduka Dr. Jawiyah Dakir (Felo Utama dan Timbalan Pengarah Institut Islam Hadhari Universiti Kebangsaan Malaysia), Dr. Muhammad Hilmi Abdul Jalil (Felo Kanan Institut Islam Hadhari Universiti Kebangsaan Malaysia), Dr. Mashuri Toha, M.Pd. (Dekan Fakultas Tarbiyah Institut Dirosat Islamiyah Al-Amien Prenduan).  Acara yang dihadiri oleh majlis kyai, dewan guru Ponpes Al-Amien dan mahasiswa IDIA Prenduan dibuka langsung oleh Rektor IDIA Prenduan KH. Ghozi Mubarok, MA. Dalam mengawali sambutannya, Rektor IDIA Prenduan KH. Ghozi Mubarok, MA mengutip sebuah ungkapan Sayyidina Ali bin Abi Thalib yang mengatakan bahwa “Rabbu Auladakum bi Ghairi Zamanikum” didiklah anak-anak kalian untuk menghadapi zaman yang berbeda dengan zaman kalian. Ungkapan yang sangat relevan dengan tema simposium tetang “Keluarga dan anak-anak dalam UU Islam dan Pemerintah” Tema ini sangat penting karena akan membawa kita pada pembicaraan dan pengkajian lebih mendalam tentang pembentukan sebuah generasi di masa depan yang lebih baik. Dalam kesempatan tersebut beliau juga menyampaikan bahwa Pendidikan berkeluarga dan anak-anak merupakan salah satu unsur yang sangat ditekankan di pondok Al-Amien Prenduan. Para santri dan mahasiswa IDIA Prenduan sejak awal sudah diajarkan sebuah materi yang disebut dengan Tarbiyah Nasawiyah (Tarbiyah al-Aulad). Materi ini sarat dengan nilai-nilai pendidikan keluarga dan anak-anak sehingga mereka mampu membangun sebuah keluarga yang sakinah dan melahirkan generasi Rabbi Radhiya. [caption id="attachment_560" align="alignleft" width="300"]Foto Bersama Pimpinan IDIA bersama Para Tamu UKM Malaysia Foto Bersama Pimpinan IDIA bersama Para Tamu UKM Malaysia[/caption] Prof. Dato’ Noor Aziah Mohd Awal selaku narasumber pertama secara khusus menjabarkan keluarga dan anak-anak dalam perspektif undang-undang Malaysia. Beliau menyampaikan bahwa awal perumusan undang-undang keluarga Islam Malaysia pada tahun 1983 di Kuala Lumpur dan Kedah. Undang-undang keluarga memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk sebuah keluarga yang mithali ( Teladan) karena undang-undang merupakan peraturan asas untuk mengatur kehidupan mengikuti hukum syari’at, Perkawinan merupakan satu ibadah yang mesti dilakukan mengikuti hukum agar tidak melahirkan keluarga yang pincang dan lemah, undang-undang member garis panduan status dan hak dan undang-undang keluarga memastikan hubungan kekeluargaan diikat secara sah dan mengikuti hukum syari’at. Prof. Datin Paduka Dr. Jawiyah Dakir, narasumber kedua menjabarkan isu-isu kontemporer terkait problematika keluarga dan anak-anak. Beliau manyampaikan bahwa keluarga memiliki peran yang sangat penting dalam menyiapkan generasi penerus dalam menghadapi tantangan kontemporer. Dari hasil penelitian, terdapat beberapa problem yang menjangkiti generasi masa depan kita, di antaranya adalah sering meninggalkan ajaran agama (57.3%), tidak kuat mengahadapi godaan (49.8%), minimnya pendidikan agama (43.4%) dan tidak memiliki pengetahuan dasar agama (28.4%). Dalam mengatasi problem ini, keluarga harus menjalankan kewajibannya yaitu member nafkah material dan non material dan melakukan pengawasan lebih intens terhadap anak agar tidak melahirkan generasi yang lemah. Dr. Muhammad Hilmi Abdul Jalil, narasumber ketiga menjabarkan lebih mendalam tentang keluarga dan anak-anak dengan pendekatan teks agama. Beliau menyampaikan bahwa Islam telah telah meletakkan konsep yang ideal dalam membangun dan membina keluarga dan anak-anak. Terdapat banyak sekali ayat yang memberikan penjelasan tentang pentingnya membina keluarga dan anak-anak dalam Islam. Sehingga dari hasil penerjemahan ayat-ayat tersebut tentang konsep pembinaan keluarga akan menghasilkan Baiti Jannati menuju generasi yang Islami. Dr. Mashuri Toha, M.Pd, narasumber keempat secara khusus menjabarkan pendidikan Islam dan peranan keluarga bagi anak Indonesia. Pendidikan dalam Islam, secara literal mengandung makna, 1. Ta’dhib (Spiritual Question), 2. Ta’lim (Inteletual Question) dan 3. Tarbiyah (Emosional Question). Pendidikan Islam yang holistik merupakan integrasi ketiga konsep tersebut. Dalam penanaman nilai-nilai pendidikan yang holistik ini, posisi keluarga memiliki peran yang sangat urgen karena keluarga merupakan sekolah pertama yang diamati, dirasakan dan diteladani oleh anak. Acara yang dipandu oleh Dr. H. Fattah Syamsuddin, MA (Alumni TMI dan UKM Malaysia), diakhiri dengan pemberian cenderamata oleh Ketua rombongan UKM Malaysia Prof. Dato’ Noor Aziah Mohd Awal kepada pimpinan pondok pesantren Al-Amien Prenduan Dr. KH. Ahmad Fauzi Tijani, MA. dan Rektor IDIA Prenduan KH. Ghozi Mubarok, MA. Sebagai wujud simbolis penguatan silaturahim dan kerjasama antara kampus UKM Malaysia dengan IDIA Prenduan.

Bagikan Berita Ini