IDIA Prenduan. Sabtu 31/10/15 Institut Dirosat Islamiyah Al-Amien Prenduan Sumenep Madura dipercaya oleh Pusat Pengkajian Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) menjadi pelaksana Seminar Nasional dengan tema: “Sistem Ketatanegaraan (Relasi Islam dan Negara)”. Acara ini dilaksanakan di seluruh Indonesia. Untuk Propinsi Jatim, Kampus IDIA Prenduan menjadi pilihan Pusat Pengkajian MPR RI.
Acara berlangsung sejak pukul 07.30 WIB hingga 15.30 WIB di Aula Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan. Peserta yang hadir sebanyak 300 orang dari berbagai kalangan, baik dari jajaran pimpinan PP. Al-Amien dan kepala sekolah-kepala sekolah di lingkungan pondok Al-Amien sendiri, maupun dari civitas akademika Perguruan Tinggi di Madura, beberapa pimpinan pondok pesantren, tokoh masyarakat, kepala sekolah MA dan mahasiswa di daerah Sumenep.
Acara ini dibuka langsung secara resmi oleh Rektor IDIA Prenduan, Dr. KH. Ahmad Muhammad Tidjani, MA. Dalam sambutannya beliau mengapresiasi positif dipercayanya IDIA Prenduan untuk menyelenggarakan Seminar Nasional tentang Sistem Ketatanegaraan Indonesia oleh Pusat Pengkajian MPR RI. Sebab, jelas beliau, IDIA Prenduan yang merupakan salah satu Perguruan Tinggi Islam di Madura, mahasiswanya berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Hal ini berkonsekuensi pada tanggungjawab IDIA Prenduan yang besar untuk membantu pemerintah mencerdaskan kehidupan bangsa khususnya daerah Madura. Dengan pemahaman yang tepat tentang NKRI dan Pancasila sebagai Dasar Negara, dimana Islam menjadi jiwa dan nilai, maka ke depan, IDIA Prenduan bisa memberikan andil yang lebih besar dan luas terhadap masyarakat dan negeri ini.
Seminar Nasional ini dibagi menjadi dua sessi, setiap sessi tiga pemateri. Sessi pertama dimulai jam 09. 30 – 11.30 WIB, dengan sub tema “Sistem dan Institusi Negara Pasca Amandemen UUD RI 1945 dalam Memposisikan Islam dan Negara”. Sessi satu ini diisi oleh Dr. Hufron, SH.,MH, dosen di Universitas Tujubelas Agustus (UNTAG) Surabaya; Dr, Zainal Abidin Dosen di Institut Agama Islam Negeri Pamekasan; dan Dr. KH. Muhtadi Abdul Mun’im, dosen Fakultas Ushuluddin di Institut Dirosat Islamiyah Al-Amien (IDIA) Prenduan. Sementara sessi kedua (12.30 –15.30) membahas “Evaluasi dan Proyeksi Relasi Islam dan Negara dalam Bingkai NKRI.” Pemateri di sessi ini adalah Ir. Alimin Abdullah (Anggota MPR RI), Amran SE ( Anggota MPR RI) dan Dr. H. Kuswiyanto, M.Si (Anggota MPR RI).
Sebagai keynote speaker, Ir. Alimin Abdullah menegaskan bahwa tidak ada seorangpun yang dapat membantah peran sentral umat Islam dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. Tugas umat Islam ke depan adalah memperjuangkan nilai-nilai yang tertuang dalam Dasar Negara, Pancasila, dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Dan di akhir acara, Ust Musleh Wahid, M.Pd.I selaku ketua panitia acara ini menyatakan ucapan rasa syukur sebesar-besarnya atas terlaksanakannya acara tersebut dengan lancar serta respon positif dari para peserta seminar yang hadir.
IDIA Prenduan. Sabtu 31/10/15 Institut Dirosat Islamiyah Al-Amien Prenduan Sumenep Madura dipercaya oleh Pusat Pengkajian Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) menjadi pelaksana Seminar Nasional dengan tema: “Sistem Ketatanegaraan (Relasi Islam dan Negara)”. Acara ini dilaksanakan di seluruh Indonesia. Untuk Propinsi Jatim, Kampus IDIA Prenduan menjadi pilihan Pusat Pengkajian MPR RI.
Acara berlangsung sejak pukul 07.30 WIB hingga 15.30 WIB di Aula Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan. Peserta yang hadir sebanyak 300 orang dari berbagai kalangan, baik dari jajaran pimpinan PP. Al-Amien dan kepala sekolah-kepala sekolah di lingkungan pondok Al-Amien sendiri, maupun dari civitas akademika Perguruan Tinggi di Madura, beberapa pimpinan pondok pesantren, tokoh masyarakat, kepala sekolah MA dan mahasiswa di daerah Sumenep.
Acara ini dibuka langsung secara resmi oleh Rektor IDIA Prenduan, Dr. KH. Ahmad Muhammad Tidjani, MA. Dalam sambutannya beliau mengapresiasi positif dipercayanya IDIA Prenduan untuk menyelenggarakan Seminar Nasional tentang Sistem Ketatanegaraan Indonesia oleh Pusat Pengkajian MPR RI. Sebab, jelas beliau, IDIA Prenduan yang merupakan salah satu Perguruan Tinggi Islam di Madura, mahasiswanya berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Hal ini berkonsekuensi pada tanggungjawab IDIA Prenduan yang besar untuk membantu pemerintah mencerdaskan kehidupan bangsa khususnya daerah Madura. Dengan pemahaman yang tepat tentang NKRI dan Pancasila sebagai Dasar Negara, dimana Islam menjadi jiwa dan nilai, maka ke depan, IDIA Prenduan bisa memberikan andil yang lebih besar dan luas terhadap masyarakat dan negeri ini.
Seminar Nasional ini dibagi menjadi dua sessi, setiap sessi tiga pemateri. Sessi pertama dimulai jam 09. 30 – 11.30 WIB, dengan sub tema “Sistem dan Institusi Negara Pasca Amandemen UUD RI 1945 dalam Memposisikan Islam dan Negara”. Sessi satu ini diisi oleh Dr. Hufron, SH.,MH, dosen di Universitas Tujubelas Agustus (UNTAG) Surabaya; Dr, Zainal Abidin Dosen di Institut Agama Islam Negeri Pamekasan; dan Dr. KH. Muhtadi Abdul Mun’im, dosen Fakultas Ushuluddin di Institut Dirosat Islamiyah Al-Amien (IDIA) Prenduan. Sementara sessi kedua (12.30 –15.30) membahas “Evaluasi dan Proyeksi Relasi Islam dan Negara dalam Bingkai NKRI.” Pemateri di sessi ini adalah Ir. Alimin Abdullah (Anggota MPR RI), Amran SE ( Anggota MPR RI) dan Dr. H. Kuswiyanto, M.Si (Anggota MPR RI).
Sebagai keynote speaker, Ir. Alimin Abdullah menegaskan bahwa tidak ada seorangpun yang dapat membantah peran sentral umat Islam dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. Tugas umat Islam ke depan adalah memperjuangkan nilai-nilai yang tertuang dalam Dasar Negara, Pancasila, dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Dan di akhir acara, Ust Musleh Wahid, M.Pd.I selaku ketua panitia acara ini menyatakan ucapan rasa syukur sebesar-besarnya atas terlaksanakannya acara tersebut dengan lancar serta respon positif dari para peserta seminar yang hadir.
