IDIA Prenduan-Alumni Institut Dirosat Islamiyah Al-Amien (IDIA) Prenduan tahun ajaran 2016-2017, berkesempatan menerima amanah sebagai guru pengabdian. Secara bersama, mereka berbaiat kepada pimpinan dan pengasuh PP. AL-AMIEN Prenduan serta rektor IDIA Prenduan, di kompleks putri Gedung Serba Guna (GESERNA), Rabu (05/07/2017).
Acara yang digelar tahunan itu, mengukuhkan sebanyak 40 alumni IDIA Prenduan program intensif, untuk dilepas sebagai tenaga edukatif di beberapa lembaga pendidikan yang membutuhkan, seluruh Indonesia.
Pimpinan dan pengasuh Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan, KH. Dr. Ahmad Fauzi Tidjani, MA. memberikan ucapan selamat kepada seluruh guru pengabdian yang dilantik, dengan harapan seluruh guru dapat terus belajar terutama belajar dan mengajarkan al-Quran.
Dalam kesempatan yang sama, pimpinan dan pengasuh juga menyampaikan agar seluruh guru yang dibaiat dapat menepati janji yang telah dibaca dalam sapta setia guru.
Mempertegas apa yang disampaikan oleh pimpinan dan pengasuh Pondok Pesantren AL-AMIEN Prenduan tersebut, Rektor IDIA Prenduan, Dr. KH. Ghozi Mubarok, MA., juga menyampaikan bahwa menepati janji adalah sesuatu yang sudah dialamatkan dalam surat Al-Fath ayat kesepuluh, “Waman aufa bima 'ahada alaihullah fasayu’tihi ajran adziman”. “Harakat ha' dhamir pada alaihu dibiarkan tetap dhommah, sebagai alamat agar janji ditepati,” jelasnya.
Selain itu, beliau juga meminta agar setiap guru alumni AL-AMIEN Prenduan, memiliki jiwa ikhlas dalam seluruh tindakannya, terutama dalam mengabdi di ranah pendidikan. Sebab, terganggunya keihklasan seringkali berdampak negatif bagi pekerjaan yang sedang diamanahkan. “Orang yang tidak ikhlas, jika ada masalah sedikit, tidak mau bekerja. Kurang sarana, tidak bekerja. Jika kurang dukungan, ngambek. Jika itu terjadi, jangan-jangan menjadi tanda seseorang tidak ikhlas dalam pekerjaannya” tambahnya.
(LP2M-pass/anm)
IDIA Prenduan-Alumni Institut Dirosat Islamiyah Al-Amien (IDIA) Prenduan tahun ajaran 2016-2017, berkesempatan menerima amanah sebagai guru pengabdian. Secara bersama, mereka berbaiat kepada pimpinan dan pengasuh PP. AL-AMIEN Prenduan serta rektor IDIA Prenduan, di kompleks putri Gedung Serba Guna (GESERNA), Rabu (05/07/2017).
Acara yang digelar tahunan itu, mengukuhkan sebanyak 40 alumni IDIA Prenduan program intensif, untuk dilepas sebagai tenaga edukatif di beberapa lembaga pendidikan yang membutuhkan, seluruh Indonesia.
Pimpinan dan pengasuh Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan, KH. Dr. Ahmad Fauzi Tidjani, MA. memberikan ucapan selamat kepada seluruh guru pengabdian yang dilantik, dengan harapan seluruh guru dapat terus belajar terutama belajar dan mengajarkan al-Quran.
Dalam kesempatan yang sama, pimpinan dan pengasuh juga menyampaikan agar seluruh guru yang dibaiat dapat menepati janji yang telah dibaca dalam sapta setia guru.
Mempertegas apa yang disampaikan oleh pimpinan dan pengasuh Pondok Pesantren AL-AMIEN Prenduan tersebut, Rektor IDIA Prenduan, Dr. KH. Ghozi Mubarok, MA., juga menyampaikan bahwa menepati janji adalah sesuatu yang sudah dialamatkan dalam surat Al-Fath ayat kesepuluh, “Waman aufa bima 'ahada alaihullah fasayu’tihi ajran adziman”. “Harakat ha' dhamir pada alaihu dibiarkan tetap dhommah, sebagai alamat agar janji ditepati,” jelasnya.
Selain itu, beliau juga meminta agar setiap guru alumni AL-AMIEN Prenduan, memiliki jiwa ikhlas dalam seluruh tindakannya, terutama dalam mengabdi di ranah pendidikan. Sebab, terganggunya keihklasan seringkali berdampak negatif bagi pekerjaan yang sedang diamanahkan. “Orang yang tidak ikhlas, jika ada masalah sedikit, tidak mau bekerja. Kurang sarana, tidak bekerja. Jika kurang dukungan, ngambek. Jika itu terjadi, jangan-jangan menjadi tanda seseorang tidak ikhlas dalam pekerjaannya” tambahnya.
(LP2M-pass/anm)