Sabtu, 15 Oktober 2016 M bertempat di Masjid Agung Jami’ Kota Malang. Ikatan Keluarga Besar Al-Amien Prenduan (IKBAL) Koordnator Daerah Malang Raya menggelar Istighotsah Kubro dalam rangka Kesyukuran 64 TAHUN Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan.
Menurut Miftahul Arifin, Ketua Ikbal Malang, acara ini digelar sebagai salah bentuk pengabdian para alumni Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan yang ada di Malang, serta agar memiliki kebanggaan tersendiri bagi setiap pribadi. Sebagai mana cita-cita pondok bahwa alumninya harus menjadi penerus kader-kader ulama Mutafaqqih fi al-din dan Mundzirul Qoum, pemegang syariat-syariat Islam haqiqi dan juga kader umat Islam yang mengabdi kepada masyarakat.
Hadir dalam kesempatan tersebut, Wakil Pengasuh, sekaligus Rektor IDIA Prenduan, KH. Ghozi Mubarok, MA, anggota Majlis Kiai, KH. Moh. Khori Husni, S.Pd.I, KH. Fauzi Rasul, Lc, serta anggota Majlis A'wan KH. Saifudin Qudsi, M.H.I, dan KH. Halimi Sufyan, S.Pd.I., yang didampingi oleh Ketua Biro Alumni dan Kaderisasi YAP, Ust. Harun Ar-Rosyid, S.Pd.I.
Dalam sambutannya, KH. Ghozi Mubarok, MA, menyampaikan agar para alumni yang ada di Malang untuk memperbaharui niat atau langkah-langkah masa depan setiap pribadi dan juga Ikbal Malang.
Lebih lanjut Ketua Umum Panitia Kesyukuran 64 Tahun Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan ini menceritakan gigihnya perjuangan para pendiri dan sesepuh pondok dahulu, yang patut ditiru dan dicontoh.
"Karena penceramah yang di depan kita akan mantap dan cepat masuk ke kita karena beliau orisinil alumni Al-Amien. seperti halnya hp saya yang merek xiaomi akan lebih cepat baterainya terisi kalau pakai charger yang orisinil merk xiaomi juga. " imbuh Rektor IDIA Prenduan yang sedang menyelesaikan doktoralnya ini, saat mengomentari pembicara yang notabeni alumni Al-Amien
Mewakili Ikbal Malang, Ust. Junaidi, M.Pd.I, mengucapkan terimakasih yang begitu besar kepada para Kiai yang berkenan hadir ke tengah-tengah alumni di Malang, dan juga mengharapkan akan adanya dukungan dari Guru-guru yang ada di pondok untuk mengembangkan IKBAL Malang.
Pada acara tausiah, KH. Dr. Zulfansyahad, M.Pd.I menyampaikan bagaimana seharusnya menjadi seorang alumni yang cinta terhadap almamater dengan memegang teguh predikat sebagai santri bukan hanya sebagai alumni.
“Do’a untuk diri sendiri diijabah atau tidak tergantung hubungan kita kepada Allah SWT, do’a untuk orang lain yang mengamini adalah malaikat dengan berkata amien, do’a untuk Rasulullah yang mengamini Allah SWT. Dengan demikian, perlu kiranya kita memperbanyak munajat, dzikir, do’a sebagai bentuk syukur yang paling besar”. Pesan Alumni Al-Amien Prenduan ini.
Kegiatan yang dihadiri oleh 180 orang alumni Al-Amien Prenduan (Putra: 80 orang, Putri: 100 orang) berlangsung khidmat. Antusiasme hadirin nampak saat sesi dialog dibuka. Beberapa alumni merasa rugi tidak bisa hadir dalam kegiatan tersebut, seperti yang diutarakan oleh Andre Sutrisno, S.Pd.I.
"Saya tidak bisa hadir dikarenakan kuliah. Namun saya bersyukur acara ini berjalan dengan lancar" ungkap alumni IDIA Prenduan yang sedang menempuh kuliah magister pascasarjana Prodi Studi Ilmu Agama Islam di UIN Maliki Malang ini.
Acara yang dihelat pada pukul 08.30 – 11.00 wib ini, diawali dengan pembukaan oleh KH. Moh. Khoiri Husni, S.Pd.I. Kemudian Pembacaan Ayat-ayat Suci Al-Qur’an oleh Abdullah Qowwamulhaq, Dilanjutkan dengan Istighotsah yang dipimpin oleh Ust. Makmun, S.H.I, sedangkan do’a Istighotsah oleh KH. Halimi Sufyan, S.Pd.I, Dilanjutkan dengan sambutan IKBAL Malang disampaikan oleh Ust. Junaidi, M.Pd.I, dan Wakil Pimpinan Pondok KH. Ghozi Mubarok, MA, Sedangkan Ceramah Agama oleh KH. Dr. Zulfansyah, M.Pd.I,. Kegiatan ini ditutup dengan do’a oleh KH. Fauzi Rasul, Lc.
Sabtu, 15 Oktober 2016 M bertempat di Masjid Agung Jami’ Kota Malang. Ikatan Keluarga Besar Al-Amien Prenduan (IKBAL) Koordnator Daerah Malang Raya menggelar Istighotsah Kubro dalam rangka Kesyukuran 64 TAHUN Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan.
Menurut Miftahul Arifin, Ketua Ikbal Malang, acara ini digelar sebagai salah bentuk pengabdian para alumni Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan yang ada di Malang, serta agar memiliki kebanggaan tersendiri bagi setiap pribadi. Sebagai mana cita-cita pondok bahwa alumninya harus menjadi penerus kader-kader ulama Mutafaqqih fi al-din dan Mundzirul Qoum, pemegang syariat-syariat Islam haqiqi dan juga kader umat Islam yang mengabdi kepada masyarakat.
Hadir dalam kesempatan tersebut, Wakil Pengasuh, sekaligus Rektor IDIA Prenduan, KH. Ghozi Mubarok, MA, anggota Majlis Kiai, KH. Moh. Khori Husni, S.Pd.I, KH. Fauzi Rasul, Lc, serta anggota Majlis A'wan KH. Saifudin Qudsi, M.H.I, dan KH. Halimi Sufyan, S.Pd.I., yang didampingi oleh Ketua Biro Alumni dan Kaderisasi YAP, Ust. Harun Ar-Rosyid, S.Pd.I.
Dalam sambutannya, KH. Ghozi Mubarok, MA, menyampaikan agar para alumni yang ada di Malang untuk memperbaharui niat atau langkah-langkah masa depan setiap pribadi dan juga Ikbal Malang.
Lebih lanjut Ketua Umum Panitia Kesyukuran 64 Tahun Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan ini menceritakan gigihnya perjuangan para pendiri dan sesepuh pondok dahulu, yang patut ditiru dan dicontoh.
"Karena penceramah yang di depan kita akan mantap dan cepat masuk ke kita karena beliau orisinil alumni Al-Amien. seperti halnya hp saya yang merek xiaomi akan lebih cepat baterainya terisi kalau pakai charger yang orisinil merk xiaomi juga. " imbuh Rektor IDIA Prenduan yang sedang menyelesaikan doktoralnya ini, saat mengomentari pembicara yang notabeni alumni Al-Amien
Mewakili Ikbal Malang, Ust. Junaidi, M.Pd.I, mengucapkan terimakasih yang begitu besar kepada para Kiai yang berkenan hadir ke tengah-tengah alumni di Malang, dan juga mengharapkan akan adanya dukungan dari Guru-guru yang ada di pondok untuk mengembangkan IKBAL Malang.
Pada acara tausiah, KH. Dr. Zulfansyahad, M.Pd.I menyampaikan bagaimana seharusnya menjadi seorang alumni yang cinta terhadap almamater dengan memegang teguh predikat sebagai santri bukan hanya sebagai alumni.
“Do’a untuk diri sendiri diijabah atau tidak tergantung hubungan kita kepada Allah SWT, do’a untuk orang lain yang mengamini adalah malaikat dengan berkata amien, do’a untuk Rasulullah yang mengamini Allah SWT. Dengan demikian, perlu kiranya kita memperbanyak munajat, dzikir, do’a sebagai bentuk syukur yang paling besar”. Pesan Alumni Al-Amien Prenduan ini.
Kegiatan yang dihadiri oleh 180 orang alumni Al-Amien Prenduan (Putra: 80 orang, Putri: 100 orang) berlangsung khidmat. Antusiasme hadirin nampak saat sesi dialog dibuka. Beberapa alumni merasa rugi tidak bisa hadir dalam kegiatan tersebut, seperti yang diutarakan oleh Andre Sutrisno, S.Pd.I.
"Saya tidak bisa hadir dikarenakan kuliah. Namun saya bersyukur acara ini berjalan dengan lancar" ungkap alumni IDIA Prenduan yang sedang menempuh kuliah magister pascasarjana Prodi Studi Ilmu Agama Islam di UIN Maliki Malang ini.
Acara yang dihelat pada pukul 08.30 – 11.00 wib ini, diawali dengan pembukaan oleh KH. Moh. Khoiri Husni, S.Pd.I. Kemudian Pembacaan Ayat-ayat Suci Al-Qur’an oleh Abdullah Qowwamulhaq, Dilanjutkan dengan Istighotsah yang dipimpin oleh Ust. Makmun, S.H.I, sedangkan do’a Istighotsah oleh KH. Halimi Sufyan, S.Pd.I, Dilanjutkan dengan sambutan IKBAL Malang disampaikan oleh Ust. Junaidi, M.Pd.I, dan Wakil Pimpinan Pondok KH. Ghozi Mubarok, MA, Sedangkan Ceramah Agama oleh KH. Dr. Zulfansyah, M.Pd.I,. Kegiatan ini ditutup dengan do’a oleh KH. Fauzi Rasul, Lc.