Presiden RI. Ir. H. Joko Widodo dalam Halaqah Kebangsaan di PP. AL-AMIEN Prenduan[/caption]
Prenduan - Ahad (08/10/17) Presiden Republik Indonesia Bapak. Ir. H. Jokowi Dodo mengunjungi Pondok Pesantren terbesar yang ada di pulau Madura yaitu Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan. Presiden yang memiliki -gaya blusukan- itu disambut kurang lebih oleh 7000 santri Al-Amien Prenduan. Yang mana santri tersebut tergabung dari 5 lembaga yang ada di Al-Amien yaitu Tarbiyatul Mu’allimin Islamiyah (TMI), Ma’had Tahfidz Al-Qur’an (MTA), Kampus Institut Dirosat Islamiyah Al-Amien Prenduan (IDIA), Pondok Tegal (PONTEG), dan Ma’had Salafy. Presiden yang datang pada pukul 14.02 Wib ini langsung disambut oleh pimpinan dan Pengasuh Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan yaitu Dr. KH. Ahmad Fauzi Tidjani, MA beserta Majelis Kiai yang berada di rumah kediaman pimpinan. Acara yang diselenggarakan di Masjid Jami’ Al-Amien Prenduan ini juga turut serta menghadirkan sejumlah kiai se-Madura dan wali santri.
Presiden mengajak kepada para santri dan santriwati untuk menolak ujaran kebencian. Selain itu juga Jokowi mengajak kepada seluruh elemen masyarakat untuk hidup saling berdampingan. “Kita harus pintar memilih informasi agar tidak termakan berita bohong atau hoax. Atau, ujaran kebencian lainnya,” Ujar sang Presiden dalam Pidatonya di Masjid Jami’ Al-Amien Prenduan.
Pimpinan dan Pengasuh Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan Dr. KH. Ahmad Fauzi Tidjani, MA berharap pesan damai yang dibawakan oleh bapak Presiden Jokowi dapat meningkatkan kecintaan kepada Indonesia. Kiai Ahmad mengaku sangat bahagia karena selama kurang lebih 65 tahun berdiri, Jokowi merupakan Presiden Indonesia pertama kalinya yang berkunjung ke Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan.
“Melalui Halaqah Kebangsaan ini, kita berharap kecintaan kepada Indonesia semakin kuat dan mendalam. Keyakinan bahwa Pancasila, NKRI, Bhineka Tunggal Ika, sebagaimana yang telah dirumuskan oleh para pendiri bangsa ini merupakan hasil ikhtiar terbaik sebagai ideologi, falsafah, dan dasar negara yang mesti dirawat dan diamalkan nilai-nilainya,” Ucap pimpinan pondok yang biasa sapa diakrab dengan sebutan nama Kiai Ahmad.
Dalam kesempatan itu pula presiden jokowi memberikan janji kepada 500 beasiswa santri yaitu berupa beasiswa pendidikan. Mereka terdiri dari 239 santri berprestasi dalam bidang hafalan Al-Qur’an, dengan hafalan 30 dan 20 juz, kemudian 181 santri berprestasi dalam bidang non akademik dan 80 santri berprestasi dalam bidang akademik. “Siapa yang berhasil lolos seleksi, akan kami beri beasiswa pendidikan. Mengapa harus ada seleksi ? Karena kita butuh orang madura untuk ditempatkan di perguruan tinggi terbaik yang ada di Indonesia,” terangnya.
Terakhir Presiden juga meresmikan Asrama santri Al-Yaqdlah Ma’had Tahfidz Al-Qur’an yang didirikan pada awal tahun 2016 dan selesai pada akhir tahun 2016. (mfha)