Dalam rangka memeriahkan HUT RI yang ke-72, IDIA Prenduan menggelar berbagai macam perlombaan yang diikuti mahasiswa program intensif dari semester I, III, V, dan VII. Beberapa lomba tersebut diantaranya adalah sepak bola joget, memasukkan paku ke dalam botol, lari karung, dan panjat pinang.
Acara berlangsung dengan sangat meriah. Setiap peserta sangat antusias untuk menang, memperoleh hadiah, dan mengangkat nama baik shof.
Di tengah-tengah perlombaan, panitia menyatakan keinginannya agar mahasiswa dapat berlomba secara sportif. "Perlombaan ini dilaksanakan untuk menumbuhkan jiwa kompetisi mahasiswa yang sportif," jelasnya.
Tidak kalah serunya dengan bola joget. pada sore 17 Agustus, panjat pinang juga merupakan jenis lomba yang paling banyak mengundang tawa dan penonton. Terutama ketika para peserta mengalami kesulitan untuk bisa sampai kepuncak karena kondisi pinang yang sangat licin dan berlumuran oli. Walaupun terjatuh berkali-kali, para peserta terus berusaha untuk sampai puncak dan meraih hadiah.
“Kami berharap acara ini terus dilaksanakan setiap tahun,” tutur salah satu penonton yang terlihat sangat antusias menyaksikan panjat pinang.
Sampai akhirnya selesai, para mahasiswa bersemangat mengikuti acara perayaan tersebut dengan semangat kebhinnekaan. Seluruh mahasiswa IDIA Prenduan yang berasal dari berbagai daerah di seluruh Indonesia melebur, sebagai bukti tingginya nasionalisme mereka.
Dalam rangka memeriahkan HUT RI yang ke-72, IDIA Prenduan menggelar berbagai macam perlombaan yang diikuti mahasiswa program intensif dari semester I, III, V, dan VII. Beberapa lomba tersebut diantaranya adalah sepak bola joget, memasukkan paku ke dalam botol, lari karung, dan panjat pinang.
Acara berlangsung dengan sangat meriah. Setiap peserta sangat antusias untuk menang, memperoleh hadiah, dan mengangkat nama baik shof.
Di tengah-tengah perlombaan, panitia menyatakan keinginannya agar mahasiswa dapat berlomba secara sportif. "Perlombaan ini dilaksanakan untuk menumbuhkan jiwa kompetisi mahasiswa yang sportif," jelasnya.
Tidak kalah serunya dengan bola joget. pada sore 17 Agustus, panjat pinang juga merupakan jenis lomba yang paling banyak mengundang tawa dan penonton. Terutama ketika para peserta mengalami kesulitan untuk bisa sampai kepuncak karena kondisi pinang yang sangat licin dan berlumuran oli. Walaupun terjatuh berkali-kali, para peserta terus berusaha untuk sampai puncak dan meraih hadiah.
“Kami berharap acara ini terus dilaksanakan setiap tahun,” tutur salah satu penonton yang terlihat sangat antusias menyaksikan panjat pinang.
Sampai akhirnya selesai, para mahasiswa bersemangat mengikuti acara perayaan tersebut dengan semangat kebhinnekaan. Seluruh mahasiswa IDIA Prenduan yang berasal dari berbagai daerah di seluruh Indonesia melebur, sebagai bukti tingginya nasionalisme mereka.