Praktik Pemberdayaan Masyarakat (P2M) IDIA Prenduan merupakan salah satu rangkaian kegiatan yang harus dilalui Mahasiswa Akhir (Nihai) sebelum mengikuti Ujian Skripsi. P2M kali ini bertempat di Kecamatan Waru Kabupaten Pamekasan.
"Tempat ini dilihat layak untuk dijadikan tempat ber-khidmah, dan mempraktikkan ilmu yang sudah didapat mahasiswa" ungkap Ust. Lukman Nur Hakim, S.Sos., Ketua Pelaksana P2M tahun 2016.
P2M yang bertemakan "Dengan P2M Kita Kembangkan Ukhuwah Wathaniyah Islamiyah" ini dilaksanakan pada 13 Desember 2016 sampai dengan 14 Januari 2017. Kegiatan yang direncanakan sebulan penuh ini sebelumnya diawali dengan pembekalan pada Kamis-Jum'at, 24-25 November 2016 yang dibuka langsung oleh Dr. KH. Ghozi Mubarok, MA. Dalam pembukaan, Kiai kelahiran tahun 1980 ini menyampaikan bahwa sebelum mengajari orang, kita harus berilmu.
Secara beruntun pembekalan ini diisi oleh Dr. KH. Muhtadi Abd. Mun'im, MA. dengan tema Strategi Pengembangan Masyarakat Desa dengan Nilai-nilai Pesantren, kemudian dilanjutkan dengan teknik membuat laporan kegiatan oleh Drs. KH. Ja'far Shodi, MM. Dari pihak Kabupaten Pamekasan diwakili oleh Kepala Bakesbangpol, yang menyampaikan Teknik Pembinaan Kehiduoan Sosial Politik Masyarakat Pedesaan.
Pelepasan peserta P2M dilaksanakan di Kantor Kecamatan Waru pada 13 Desember 2016. Dalam sambutan Rektor, Kiai Ghozi menyampaikan agar mahasiswa menjaga nama baik IDIA Prenduan dan Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan secara umum.
"Jadikan P2M sebagai momentum untuk belajar" tutup Wakil Pengasuh Pondok ini.
Sedangkan dari pihak Kecamatan Waru, hadir Kapolsek, Danramil, serta Camat Waru. Sambutan disampaikan langsung oleh Camat Waru, Drs. Fathorrahman, M.SI, dalam sambutannya camat yang berseragam dinas ini menyampaikan ungkapan terimakasih atas kepercayaan IDIA untuk menempati Kecamatan yang dibinanya dalam P2M.
"Saya pernah bertanding volly di Al-Amien, jadi bagi Kami Al-Amien sudah saat dikenal" lanjutnya.
"Di era saat ini, yang saya suka adalah sarjana yang berakhlak, bukan sarjana yang mengedepankan intelektualitas" tutupnya.
Tahun ini ada 12 kelompok peserta P2M, 5 kelompok Putra, dan 7 Kelompok putri. Dengan menempati 11 saya.
Praktik Pemberdayaan Masyarakat (P2M) IDIA Prenduan merupakan salah satu rangkaian kegiatan yang harus dilalui Mahasiswa Akhir (Nihai) sebelum mengikuti Ujian Skripsi. P2M kali ini bertempat di Kecamatan Waru Kabupaten Pamekasan.
"Tempat ini dilihat layak untuk dijadikan tempat ber-khidmah, dan mempraktikkan ilmu yang sudah didapat mahasiswa" ungkap Ust. Lukman Nur Hakim, S.Sos., Ketua Pelaksana P2M tahun 2016.
P2M yang bertemakan "Dengan P2M Kita Kembangkan Ukhuwah Wathaniyah Islamiyah" ini dilaksanakan pada 13 Desember 2016 sampai dengan 14 Januari 2017. Kegiatan yang direncanakan sebulan penuh ini sebelumnya diawali dengan pembekalan pada Kamis-Jum'at, 24-25 November 2016 yang dibuka langsung oleh Dr. KH. Ghozi Mubarok, MA. Dalam pembukaan, Kiai kelahiran tahun 1980 ini menyampaikan bahwa sebelum mengajari orang, kita harus berilmu.
Secara beruntun pembekalan ini diisi oleh Dr. KH. Muhtadi Abd. Mun'im, MA. dengan tema Strategi Pengembangan Masyarakat Desa dengan Nilai-nilai Pesantren, kemudian dilanjutkan dengan teknik membuat laporan kegiatan oleh Drs. KH. Ja'far Shodi, MM. Dari pihak Kabupaten Pamekasan diwakili oleh Kepala Bakesbangpol, yang menyampaikan Teknik Pembinaan Kehiduoan Sosial Politik Masyarakat Pedesaan.
Pelepasan peserta P2M dilaksanakan di Kantor Kecamatan Waru pada 13 Desember 2016. Dalam sambutan Rektor, Kiai Ghozi menyampaikan agar mahasiswa menjaga nama baik IDIA Prenduan dan Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan secara umum.
"Jadikan P2M sebagai momentum untuk belajar" tutup Wakil Pengasuh Pondok ini.
Sedangkan dari pihak Kecamatan Waru, hadir Kapolsek, Danramil, serta Camat Waru. Sambutan disampaikan langsung oleh Camat Waru, Drs. Fathorrahman, M.SI, dalam sambutannya camat yang berseragam dinas ini menyampaikan ungkapan terimakasih atas kepercayaan IDIA untuk menempati Kecamatan yang dibinanya dalam P2M.
"Saya pernah bertanding volly di Al-Amien, jadi bagi Kami Al-Amien sudah saat dikenal" lanjutnya.
"Di era saat ini, yang saya suka adalah sarjana yang berakhlak, bukan sarjana yang mengedepankan intelektualitas" tutupnya.
Tahun ini ada 12 kelompok peserta P2M, 5 kelompok Putra, dan 7 Kelompok putri. Dengan menempati 11 saya.