style="font-family: 'Plus Jakarta Sans', sans-serif;" >

Mahasiswa IDIA Prenduan Membentuk Wirausawan Baru di Tingkat Desa

Penulis MUHAMMAD UMAR MANSYUR
Tanggal Rabu, 26 Desember 2018
IMG-20181226-WA0041 Sumenep, Minimnya jumlah pengusaha di Indonesia ditangkap sebagai program oleh Mahasiswi IDIA Prenduan melalui program Praktek Pengabdian Masyarakat (P2M) untuk mencetak wirausahawan baru yang dilaksanakan di desa Panaguan Kecamatan Larangan Kabupaten Pamekasan. Potensi desa menjadi basis program pengembangan wirausahawan melalui pendampingan _technical knowledge_ pada beberapa bidang usaha yaitu: Pengembangan kerupuk _lorjhuk_ dan kerupuk rempah, Pembuatan es krim dari buah-buahan yang ada di desa, Pelatihan tata rias pengantin untuk cantik Islami dan Pengembangan potensi tata boga dan kuliner.
Pengembangan wirausahawan baru ini difokuskan pada kaum perempuan dengan pendekatan _women multiskill for welfare,_ kegiatan tersebut ditujukan untuk membuka industri kecil rumah tangga agar dapat meningkatkan pendapatan ekonomi bagi ibu-ibu rumah tangga dan mengurangi jumlah pengangguran. Program pengembangan wirausahawan baru ini sebagai pengembangan dari matakuliah kewirausahaan sebagai mata kuliah wajib fakultas. Sebagai mana diungkapkan oleh Kholifah (23) mahasiswi IDIA Prenduan sebagai Koordinator desa “program pengembangan wirausahawan baru ini sebagai miniatur pengembangan keilmuan antara studi ilmu keagamaan dengan kewirausahaan”. Kegiatan pengembangan dilakukan dari hulu ke hilir sebagai mana dijelaskan oleh Uswatun Hasanah salah satu peserta program P2M, “ibu-ibu rumah tangga dilatih dari kemampuan analisa potensi SDA dan SDM, analisis keuangan hingga penentuan harga dan teknik pemasaran”. Beberapa pengembangan kewirausahaan baru di tingkat desa menjadikan ibu-ibu rumah tangga sadar ekonomi, “salah satu diantara usaha baru yang langsung disambut oleh pasar adalah pembuatan es krim yang dijual di sekolah dan pondok pesantren, alhamdulillah jualan kami laku keras” ungkap ibu matus salah satu warga dampingan. Produksi kerupuk memang sudah ada sebelum adanya program P2M Mahasiswi IDIA Prenduan tetapi dikembangkan berbagai varian rasa serta pada teknik pengemasan dan pemasaran, “sehingga kehadiran mahasiswi di desa panaguan mampu meningkatkan perekonomian. ” Dengan pengembangan berbagai produk yang berbasis pada home industri keluarga ini menjadikan para ibu-ibu tetap cantik dan kreatif di rumah serta mampu mencetak wirausahawan baru di tingkat desa” pungkas ibu susi ida lia sebagai anggota PKK desa Panaguan. "Sumber ; (https://jatim.andonesia.com)

Bagikan Berita Ini