Prenduan(10/03/17)_Berita bahagia menyelimuti Keluarga besar yayasan Al-Amien Prenduan dan lembaga-lembaga yang bergerak dibawahnya, pasalnya Ponpes Al-Amien yang merupakan Satu-satunya Pondok Pesantren Modern terbesar dan tertua di Madura, dengan usianya yang telah menginjak 64 tahun, al-Amien masih bisa berdiri tegak dengan kejayaannya. Kali ini Ponpes Al-Amien terpilih dan dipercaya oleh Masyarakat Kota Pempek sebagai wadah PKL Mahasiswi Akademi Kebidanan Ponpes As-sanadiyah Palembang.
Dari dahulu Al-Amien dipercaya masyarakat di seluruh Indonesia bahkan telah diakui kehebatannya secara international. Hal ini tidak perlu diragukan lagi karena Ponpes Al-Amien memiliki kemampuan yang baik secara akademis, penguasaan bahasa asing maupun secara agamis.
Dalam rangka ikut serta mensukseskan Praktek Kerja Lapangan (PKL) para mahasiswi AKBID Ponpes As-Sanadiyah Palembang, Ponpes Al-Amien menerima kedatangan para Tamu Tangan terbuka dan disambut dengan penuh kebahagiaan. Kedatangan Rombongan menggunakan 4 Bus di Ponpes Al-amien pada hari Kamis, (09/03) sore hari. Para rombongan bermalam di kediaman Nyai. Hj. Nur Jalilah Dimyati, Lc (Majelis Nyai).
Mahasiswi AKBID As-Sanadiyah Palembang berjumlah 54, dengan pembimbing 10. mereka akan mengadakan penelitian dan Praktek Kerja Lapangan, sekitar kurang lebih 2 Minggu. Keesokan harinya, sabtu, (11/03) pukul 09.00 pagi, secara resmi diadakan upacara penyambutan Tamu, yang dilaksanakan di Gedung Serba Guna (GESERNA) TMI Pi, Al-Amien. Dan dihadiri oleh seluruh Mahasiswi IDIA, Program Intensif., Penyambutan ini diwakilkan kepada Warek III, Dr. KH. Muhtadi Abdul Mun’in, MA, selaku tuan rumah. Sedangkan selanjutnya ucapan terima kasih dihanturkan pula oleh pembimbing AKBID As-sanadiyah Palembang.
Berbagai kegiatanpun dilaksanakan sesuai dengan jadwal, misalnya berbagi pengetahuan mengenai cara penanganan sampah dan bahaya sampah sendiri bagi keberlangsungan hidup manusia, atau cara mengantisipasi terjadinya Kanker Payudara sedini mungkin, dalam hal ini banyak ilmu pengetahuan yang telah dibagikan kepada Ponpes Al-Amien sendiri, maupun sebaliknya dari Ponpes al-Amien untuk Ponpes AKBID Palembang, yang berkediaman di belakang kampus Muhammadiyah, Plaju, Palembang.
Para Mahasiswi AKBID, tidak hanya membagikan beberapa pengetahuan yang mereka telah pelajari, namun mereka juga belajar untuk mengenal lebih jauh lagi, tentang Bahasa Arab. Yang di Ponpes Al-Amien merupakan Mahkota Pondok. Yang langsung dibimbing oleh para senior ahli bahasa Arab Ponpes Al-Amien. Dengan semangat dan rasa ingin tahu yang sangat mengebu-ngebu mereka belajar dan menikmati proses mencari ilmu itu.
Acara ini ditutup dengan panggung perpisahan, Kamis, (23/03) pukul 20.00-22.00 malam hari. Berbagai penampilan baik dari Ponpes Al-Amien maupun Ponpes As-Sanadiyah, saling memberikan kenangan terbaik berupa penampilan, dari Tari Kreasi Tanggai Islami khas Palembang yang biasa digunakan sebagai simbol penyambutan. Serta penampilan hadrah kreasi ala Ponpes Al-Amien dan As-Sanadiyah.
Ucapan syukur bahagia, dan permintaan maaf, jika dalam penyambutan ini kurang berkenan dihati, disampaikan oleh Nyai. Hj. Nur Jalilah Dimyati, Lc (selaku tuan rumah). dalam penyampaiannya beliau mengatakan bahwa Al-Amien menerima mereka kapanpun mereka datang dengan tangan terbuka. Dan dilanjutkan oleh Pengasuh Putri Ponpes As-Sanadiyah Palembang, dan terakhir kesan dan pesan yang disampaikan oleh salah satu Mahasiswi Akbid yang cantik bernama Bella, ia mengungkapkan beribu-ribu terima kasih atas sambutan hangat dan bersahabat, dan mereka berharap ini bukan perpisahan ataupun pertemuan yang terakhir yang terjalin diantara kita, melainkan ini merupakan awal pintu gerbang kita untuk memperluas jalinan ukhuwah islamiyah di antara kita. Keesokan harinya, Jum’at,(24/03) diadakan acara penutupan resmi sekaligus pelepasan rombongan ponpes As-sanadiyah Palembang, di gedung serba guna, pukul 08.00-selesai, pagi hari. Yang ditutup langsung oleh Pimpinan Ponpes Al-amien, Dr. KH. Ahmad Muhammad Fauzi Tidjani, MA, dengan penuh khidmat dan khusyu’, membimbing para rombongan untuk membaca do’a bepergian. Dan beliau berpesan bagi para musafir “hendaklah senantiasa memanjatkan do’a, karena do’a para musafir sangat mustajab”.