Kontingen IDIA Prenduan kembali membuktikan tradisi juara lomba Bahasa Arab pada Senin (12/06) di Universitas Negeri Malang. Gelar tersebut diperoleh kontingen IDIA Prenduan setelah menyisihkan beberapa kampus besar seperti UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Universitas Islam Malang (UNISMA), UNIDA Gontor, dan penyelenggara lomba, Universitas Negeri Malang.
Ustadz Abdul Kirom, pendamping kontingen IDIA Prenduan, menyampaikan bahwa kompetisi tersebut diikuti oleh kampus-kampus besar yang sudah biasa menjadi juara. Menurutnya, ini adalah bukti bahwa regenerasi juara di IDIA Prenduan terjaga, “kontingen yang saat ini berkompetisi adalah pendatang baru, rata-rata masih mahasiswa baru dan semester tiga di IDIA Prenduan.”
Lomba yang dilaksanakan selama tiga hari, 10-12 Juni tersebut menempatkan kontingen Institut Dirosat Al-Amien Prenduan Sumenep sebagai juara 3 dalam dua cabang perlombaan, yakni lomba pidato Bahasa Arab dan lomba debat Bahasa Arab. Juara jomba pidato Bahasa Arab diraih oleh Fitriani, mahasiswi semester tiga prodi Aqidah Filsafat Islam (AFI) asal Sampang. Sementara juara 3 Lomba debat Bahasa Arab diraih oleh Nor Diana Fitri, mahasiswi semester satu prodi Ilmu Qur’an dan Tafsir (IQT) asal Sumenep, Durrotun Adilla, mahasiswi semester tiga prodi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) asal Bangka, dan Mutmainnah, mahasiswi semester tujuh prodi Ilmu Qur’an dan Tafsir (IQT) asal Bangkalan.
Selama perlombaan, keempat mahasiswi tersebut mendapatkan bimbingan langsung dari alumnus TMI sekaligus alumnus IDIA Prenduan, Ustadz Seif Robet El-Haq, S. Pd., M.Pd. “tugas yang tidak boleh putus adalah melakukan regenerasi,” ungkap alumnus yang telah meraih 18 kali juara dalam even lomba bahasa Arab.
Dr. Izzat Amini, M.Pd., selaku Kaprodi PBA sekaligus pembina kontingen IDIA Prenduan mengucapkan terimakasih kepada seluruh pihak atas keberhasilan yang diraih ini. Menurutnya, ini adalah hasil kerja keras seluruh civitas academica di IDIA Prenduan (AJMI/DL)

