Pada Selasa, 5 Desember 2023, IDIA Prenduan mengadakan Focus Group Discussion (FGD) dengan tema "Pengelolaan dan Pemanfaatan Media dalam Membangun Brand Awareness". FGD ini dipimpin oleh Ibu Sulistyowati, S.E., M.Psi, dan dibuka secara resmi oleh Rektor IDIA Prenduan. Acara tersebut dihadiri oleh Tim Media IDIA Prenduan.
Beberapa poin penting yang dibahas dalam hasil FGD ini antara lain:
Pertama: Penargetan Media yang Spesifik: Peserta FGD menyoroti pentingnya menentukan target yang spesifik pada setiap platform media sosial. Facebook dijadikan fokus untuk kalangan orang tua, Instagram untuk segmen remaja dan orang tua, YouTube untuk pencarian informasi lebih mendalam, dan TikTok untuk segmen remaja dan orang tua yang mencari informasi ringan.
Kedua: Rencana Konten yang Komprehensif: Diskusi menyepakati pembuatan kalender konten yang mencakup aspek perkembangan kampus, kegiatan mahasiswa baru (Maba), kegiatan internal dan eksternal, pencapaian, dakwah, fasilitas, kualitas pendidikan, profil dosen, dan prestasi alumni.
Ketiga: Tantangan dalam Pemanfaatan Media: Kendala yang muncul terkait dengan peralatan, tim, dan komunikasi menjadi sorotan penting yang dihadapi dalam pengelolaan media.
Keempat: Rekomendasi untuk Tindakan: Peserta FGD merekomendasikan pembentukan tim khusus dalam manajemen konten media sosial. Selain itu, penggunaan ponsel hanya diperbolehkan dalam waktu kerja dan pada bagian-bagian yang terlibat dalam manajemen konten.
Diskusi ini memberikan wawasan yang penting terkait strategi pemasaran melalui media sosial untuk membangun brand awareness di IDIA Prenduan. Diharapkan, rekomendasi yang dihasilkan dari FGD ini akan menjadi dasar bagi institusi untuk mengadopsi strategi baru yang lebih efektif dalam menarik minat calon mahasiswa baru, memperkuat posisi IDIA Prenduan sebagai lembaga pendidikan yang progresif dan inovatif di bidangnya. (AJMI)
Beberapa poin penting yang dibahas dalam hasil FGD ini antara lain:
Pertama: Penargetan Media yang Spesifik: Peserta FGD menyoroti pentingnya menentukan target yang spesifik pada setiap platform media sosial. Facebook dijadikan fokus untuk kalangan orang tua, Instagram untuk segmen remaja dan orang tua, YouTube untuk pencarian informasi lebih mendalam, dan TikTok untuk segmen remaja dan orang tua yang mencari informasi ringan.
Kedua: Rencana Konten yang Komprehensif: Diskusi menyepakati pembuatan kalender konten yang mencakup aspek perkembangan kampus, kegiatan mahasiswa baru (Maba), kegiatan internal dan eksternal, pencapaian, dakwah, fasilitas, kualitas pendidikan, profil dosen, dan prestasi alumni.
Ketiga: Tantangan dalam Pemanfaatan Media: Kendala yang muncul terkait dengan peralatan, tim, dan komunikasi menjadi sorotan penting yang dihadapi dalam pengelolaan media.
Keempat: Rekomendasi untuk Tindakan: Peserta FGD merekomendasikan pembentukan tim khusus dalam manajemen konten media sosial. Selain itu, penggunaan ponsel hanya diperbolehkan dalam waktu kerja dan pada bagian-bagian yang terlibat dalam manajemen konten.
Diskusi ini memberikan wawasan yang penting terkait strategi pemasaran melalui media sosial untuk membangun brand awareness di IDIA Prenduan. Diharapkan, rekomendasi yang dihasilkan dari FGD ini akan menjadi dasar bagi institusi untuk mengadopsi strategi baru yang lebih efektif dalam menarik minat calon mahasiswa baru, memperkuat posisi IDIA Prenduan sebagai lembaga pendidikan yang progresif dan inovatif di bidangnya. (AJMI)

