Salah satu ciri dari alumni IDIA Prenduan adalah berkarakter dan berjiwa guru, baik dari sikap, penampilan, dan prilaku. Guna mencapai hal ini IDIA Prenduan sudah merancang kegiatan pendidikan dari sejak awal mahasiswa masuk hingga menjadi alumni. Hal inilah yang dirasakan oleh Dede Syafa'atul Barokah, S.Pd.I, alumni IDIA Prenduan tahun 2016 ini adalah peserta Workshop Keguruan Tahun Akademik 2015/2016.
Kegiatan yang menjadi rangkaian penutup dari program nihai ini, dilaksanakan pada Kamis sampai Jum'at (7-8/07/2016). Dalam pelaksanaannya, peserta diberi teknik dan trik menjadi guru yang diharapkan oleh IDIA Prenduan, dan Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan secara umum. Dimana seorang guru harus memiliki tiga fungsi utama, yakni; sebagai pendidik, manajer, dan thalibul ilm. Serta berusaha mengimplementasikan falsafah Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan beriman sempurna, berilmu luas dan beramal sejati, dengan selalu berusaha untuk berjasa, berkembang, dan mandiri.
Acara ini dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Akademik, Ust. Musleh Wahid, M.Pd.I yang kemudian dilanjutkan dengan sessi-sessi. Sessi guru sebagai manager yang dibina oleh Kiai Ridlo Sudianto, M.S.I, menekankan agar alumni IDIA Prenduan, tidak hanya terampil mengajar, melainkan menjadi pemimpin, leader yang bisa diandalkan dalam segala aspek. Kegiatan yang diakhiri dengan penempatan guru pengabdian ini diisi dengan beberapa sesi lainnya, yakni; sessi guru sebagai tauladan, dibina oleh KH. Ghozi Mubarok, MA, sessi Guru sebagai thalibul ilm dibina oleh KH. Moh. Fikri Husain, MA. dan sesi guru sebagai murobbi oleh KH. Mujammi' A. Musyfie, Lc. (bhr)
Salah satu ciri dari alumni IDIA Prenduan adalah berkarakter dan berjiwa guru, baik dari sikap, penampilan, dan prilaku. Guna mencapai hal ini IDIA Prenduan sudah merancang kegiatan pendidikan dari sejak awal mahasiswa masuk hingga menjadi alumni. Hal inilah yang dirasakan oleh Dede Syafa'atul Barokah, S.Pd.I, alumni IDIA Prenduan tahun 2016 ini adalah peserta Workshop Keguruan Tahun Akademik 2015/2016.
Kegiatan yang menjadi rangkaian penutup dari program nihai ini, dilaksanakan pada Kamis sampai Jum'at (7-8/07/2016). Dalam pelaksanaannya, peserta diberi teknik dan trik menjadi guru yang diharapkan oleh IDIA Prenduan, dan Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan secara umum. Dimana seorang guru harus memiliki tiga fungsi utama, yakni; sebagai pendidik, manajer, dan thalibul ilm. Serta berusaha mengimplementasikan falsafah Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan beriman sempurna, berilmu luas dan beramal sejati, dengan selalu berusaha untuk berjasa, berkembang, dan mandiri.
Acara ini dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Akademik, Ust. Musleh Wahid, M.Pd.I yang kemudian dilanjutkan dengan sessi-sessi. Sessi guru sebagai manager yang dibina oleh Kiai Ridlo Sudianto, M.S.I, menekankan agar alumni IDIA Prenduan, tidak hanya terampil mengajar, melainkan menjadi pemimpin, leader yang bisa diandalkan dalam segala aspek. Kegiatan yang diakhiri dengan penempatan guru pengabdian ini diisi dengan beberapa sesi lainnya, yakni; sessi guru sebagai tauladan, dibina oleh KH. Ghozi Mubarok, MA, sessi Guru sebagai thalibul ilm dibina oleh KH. Moh. Fikri Husain, MA. dan sesi guru sebagai murobbi oleh KH. Mujammi' A. Musyfie, Lc. (bhr)