Ditengah hingar b
ingarnya kesyukkuran 64 tahun berdirinya al-amien prenduan, teater roda seakan tak mau kalah dengan turut merayakan kesyukkuran 14 tahun berdirinya teater roda di idia prenduan. Tepat tanggal 20 oktober kemarin, teater roda merayakannya dengan menampilkan pentas drama yang dinahkodai oleh Ust. Khotibul Umam sebagai sutradara. Organisasi yang saat ini beranggotakan 20 orang pernah merasakan masa keemasan ketika diangkatan ke VII dengan menjuarai perlombaan pentas drama tingkat kabupaten sumenep. Tidak hanya itu, diangkatan ke X teater yang berdomisili dilingkungan asrama mahasiswa idia program intensif itu juga pernah menjuarai perlombaan tingkat nasional dengan konteks bahasa arab. Acara yang dihadiri oleh delegasi dari beberapa organisasi teater kampus luar itu berlangsung meriah, para penonton seakan tersihir dengan penampilan cak tompel cs . “persiapan selama kurang lebih dua bulan seakan terbayar lunas dengan penampilan berdurasi sekitar dua puluh menit tersebut” ucap salah seorang pelakon yang melakoni drama sebagai sekretaris bos setan.
Meskipun terkendala jadwal yang padat dari mahasiswa intensif, dan dana yang sering menggunakan dana independent tak menghalangi anak-anak teater roda idia prenduan untuk berhenti berkarya, bak roda yang terus berputar menggilas dan menaklukan tantangan zaman. Dengan slogan belajar dan berkarya bersama, serta membawa misi utama Islam yakni menyebarkan Islam dengan seni diharapkan akan mencetak generasi penerus seniman yang Islami. “dengan diperingatinya hari lahir teater roda, saya berharap teater roda terus berjaya, dan tidak stagnant dari generasi ke generasi” ujar pimpinan umum teater roda, Amri Yusro
ingarnya kesyukkuran 64 tahun berdirinya al-amien prenduan, teater roda seakan tak mau kalah dengan turut merayakan kesyukkuran 14 tahun berdirinya teater roda di idia prenduan. Tepat tanggal 20 oktober kemarin, teater roda merayakannya dengan menampilkan pentas drama yang dinahkodai oleh Ust. Khotibul Umam sebagai sutradara. Organisasi yang saat ini beranggotakan 20 orang pernah merasakan masa keemasan ketika diangkatan ke VII dengan menjuarai perlombaan pentas drama tingkat kabupaten sumenep. Tidak hanya itu, diangkatan ke X teater yang berdomisili dilingkungan asrama mahasiswa idia program intensif itu juga pernah menjuarai perlombaan tingkat nasional dengan konteks bahasa arab. Acara yang dihadiri oleh delegasi dari beberapa organisasi teater kampus luar itu berlangsung meriah, para penonton seakan tersihir dengan penampilan cak tompel cs . “persiapan selama kurang lebih dua bulan seakan terbayar lunas dengan penampilan berdurasi sekitar dua puluh menit tersebut” ucap salah seorang pelakon yang melakoni drama sebagai sekretaris bos setan.
Meskipun terkendala jadwal yang padat dari mahasiswa intensif, dan dana yang sering menggunakan dana independent tak menghalangi anak-anak teater roda idia prenduan untuk berhenti berkarya, bak roda yang terus berputar menggilas dan menaklukan tantangan zaman. Dengan slogan belajar dan berkarya bersama, serta membawa misi utama Islam yakni menyebarkan Islam dengan seni diharapkan akan mencetak generasi penerus seniman yang Islami. “dengan diperingatinya hari lahir teater roda, saya berharap teater roda terus berjaya, dan tidak stagnant dari generasi ke generasi” ujar pimpinan umum teater roda, Amri Yusro