Fakultas Ushuluddin resmi meluluskan 47 mahasantri pada acara yudisium pada Kamis (09/03) di Meeting Hall Rasda Al-Amien Prenduan. Jumlah tersebut terbagi atas Prodi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir sebanyak 30 mahasantri dan Prodi Aqidah dan Filsafat Islam sebanyak 17 mahasantri. Hadir dalam kegiatan tersebut Dekan Fakultas Ushuluddin Abdul Muiz, Lc., M.Th.I, Kaprodi IQT. Moh. Jufriyadi sholeh, Lc., M.Th.I., Kaprodi AFI, Dr. Encung, S.Fil.I., M.Fil.I. dan jajaran dosen Fakultas Ushuluddin.
Dalam rentetan acara tersebut, Wakil Dekan Fakultas Ushuluddin, Dr. Ihwan Amalih, S.Ud., M.Fil.I. memberikan apresiasi dengan membacakana Surat keterangan (SK) 3 mahasiswa lulusan terbaik Prodi IQT kepada Iffatul Aimmah, Sri Ardilla, dan Fauziah. Sementara 3 lulusan terbaik Prodi Aqidah Filsafat Islam diberikan kepada Rizki Apriliani, Dian Ratri Arcylla, dan Muhammad Abduh Ar-Ridho.
KH. Abdul Muiz, Lc., M.Th.I, sebagai Dekan Fakultas Ushuluddin memberikan fatwa serta nasihat kepada mahasiswa yang telah diyudisium. Menurutnya, “perjuangan hidup tidak hanya sampai di sini. Ujian dan cobaan bukan hanya sampai di sini, kuatkan iman serta akidah dan pendirian, karena dengan akidah yang kuat akan menjaga dan mengistikomahkan pendirianmu.”
Selain itu, beliau juga menegaskan agar mahasiswa dapat menyebarluaskan apa yang telah didapat dari kampus IDIA. Alumni IDIA Prenduan bukan hanya sarjana biasa, tapi juga santri sarjana, maka perlu terus beramal di masyarakat, seperti motto Al-Amien Prenduan, “berjasalah tapi jangan merasa berjasa.”
“Jangan lupa untuk bersyukur atas apa yang telah kalian capai hingga dapat bertahan dititik ini,” pungkas KH. Abdul Muiz, Lc., M.Th.I. mengakhiri fatwa dan nasehatnya. (Cindy Gayatri/Ajmi).
KH. Abdul Muiz, Lc., M.Th.I, sebagai Dekan Fakultas Ushuluddin memberikan fatwa serta nasihat kepada mahasiswa yang telah diyudisium. Menurutnya, “perjuangan hidup tidak hanya sampai di sini. Ujian dan cobaan bukan hanya sampai di sini, kuatkan iman serta akidah dan pendirian, karena dengan akidah yang kuat akan menjaga dan mengistikomahkan pendirianmu.”
Selain itu, beliau juga menegaskan agar mahasiswa dapat menyebarluaskan apa yang telah didapat dari kampus IDIA. Alumni IDIA Prenduan bukan hanya sarjana biasa, tapi juga santri sarjana, maka perlu terus beramal di masyarakat, seperti motto Al-Amien Prenduan, “berjasalah tapi jangan merasa berjasa.”
“Jangan lupa untuk bersyukur atas apa yang telah kalian capai hingga dapat bertahan dititik ini,” pungkas KH. Abdul Muiz, Lc., M.Th.I. mengakhiri fatwa dan nasehatnya. (Cindy Gayatri/Ajmi).

